Home General News Jadi Tersangka, Penghina Palestina Lewat Tiktok “Mewek”

Jadi Tersangka, Penghina Palestina Lewat Tiktok “Mewek”

0
SHARE
Jadi Tersangka, Penghina Palestina di Konten Tiktok “Mewek”
Ditreskrimsus Polda NTB, telah menetapkan HM alias UC (23), pekerjaan Cleaning Service di Universitas Bumi Gora, alamat, Dusun Ketejer, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar, sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap Palestina, melalui konten Tiktok.

Mataram, LombokInsider.com – Ditreskrimsus Polda NTB, telah menetapkan HM alias UC (23), pekerjaan Cleaning Service di Universitas Bumi Gora, alamat, Dusun Ketejer, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lobar, sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap Palestina, melalui konten Tiktok.

Tidak seperti gayanya saat membuat konten Tiktok, HM alias UC langsung “mewek” atau menangis saat dijadikan tersangka dan terancam hukuman 6 tahun penjara.

“Sebelumnya, pada Sabtu, 15 Mei 2021, sekira Jam 07.00 wita, bertempat di Kampus universitas Bumi Gora Mataram, tersangka membuat Konten TIK TOK bernada Penghinaan terhadap Negara Palestina dengan kata-kata yang tidak pantas. Konten TIK TOK tersebut dibuat menggunakan HP miliknya dan diunggah oleh Tersangka dengan nama akun Facebook “Ucokbangucok”,” jelas Kabid Humas Polda NTB, Artanto, S.I.K., M.Si, saat jumpa pers di Polda NTB, Selasa (18/5/21).

Menurut pengakuan tersangka, tujuan membuat konten video tersebut yaitu karena iseng mengisi waktu dan konten tersebut di buat di Universitas Bumi Gora Mataram. Selanjutnya sekitar pukul 21.00 Wita, unit Reskrim Polsek Gerung berhasil mengamankan tersangka dirumahnya di Dusun Ketejer, Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung Lombok barat.

Baca juga:  Bunda Niken Dukung Lombok Care Bangkitkan Lagu-Lagu Anak

“Kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi, selain itu juga dilakukan penggalangan terhadap para tokoh dan melakukan patroli cyber untuk mengantisipasi adanya provokasi pihak lain terkait postingan tersangka,” ujar Artanto.

Terhadap tersangka HM alias UC dikenakan Ps.28 Ayat 2 Jo Pasal 45 a.Ayat 2 UU ITE. Dengan ancaman hukuman paling lama 6 (Enam) tahun penjara. Selain memeriksa tersangka Polda NTB juga telah memeriksa 3 orang saksi.

“Dalam kasus ini yang bersangkutan juga telah membuat pernyataan minta maaf dan dipublikasikan melalui media sosial dan selanjutnya kasus ini ditangani oleh Ditreskrimsus Polda NTB,” tegas Kabid Humas Polda NTB ini. (LI/polda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.