Home General News Investasi Bodong Share Results, 800 Ribu Orang Indonesia Jadi Korban

Investasi Bodong Share Results, 800 Ribu Orang Indonesia Jadi Korban

3
SHARE
Screen Shot (SS) percakapan di grup Share Result (SR).

Mataram, LombokInsider.com – Setelah satu minggu diundur jadwal penarikan saldo member, keseriusan Share Results mulai dipertanyakan. Pasalnya, pembayaran yang biasanya dijadwalkan pada Senin (8/2/21), tidak dapat terlaksana dengan alasan optimalisasi kinerja akun.

Mengingat anggota Share Results sudah mencapai lebih dari 800.000 orang, berdasarkan informasi sebagai gantinya, penarikan dapat dilakukan pada Sabtu dan Ahad berikutnya.

Namun, penantian para member harus pupus lagi setelah pada Jumat, 12 Februari 2021 diumumkan bahwa penarikan pada hari Sabtu dan Ahad tidak bisa dilakukan karena salah seorang pegawai keuangan terjangkit virus corona yang mengharuskannya di karantina untuk sementara waktu.

Sebagai gantinya, pihak Share Result berjanji akan mengganti pegawai keuangan dengan yang baru yang akan akan bertugas pada Senin, 15/02/2021.

Sementara percakapan di media sosial Whatsapp dan Telegram, dua platform yang digunakan untuk komunikasi antar member mulai memanas. Tidak sedikit anggota Share Result yang kecewa dan melontarkan kata-kata pedas.

Mereka menanyakan keseriusan Share Results untuk membayar mereka. Kekecewaan tersebut disebabkan karena mereka melakukan sejumlah pembayaran untuk membeli keanggotaan.

Baca juga:  MICE Masuk Top Five Contributors Pariwisata Nasional

Terdapat 5 keanggotaan yang dapat dipilih di bisnis ini, Karyawan Penuh Waktu, Pengawas, Pengelola, Direktur, Bos dan CEO dengan nilai investasi mulai dari Rp600.000 hingga puluhan juta rupiah.

Salah seorang member berinisial KL, mengungkapkan kerugiannya mencapai belasan juta dalam enam hari.

“Sialan, 6 hari uang saya dimakan 13 juta”.

Terlebih lagi para anggota diminta merekrut sejumlah orang untuk bergabung di bisnis tersebut. Dengan demikian, tanggung jawab member semakin besar karena tidak sedikit yang bergabung dengan jaminan.

Apalagi yang mereka rekrut adalah orang-orang terdekat, seperti yang dialami oleh korban berinisial IAH yang dipaksa mengembalikan modal temannya, “Iya teman saya sekarang nuntut duit balik gitu aja titik.”

Keadaan semakin parah, setelah pihak Share Results mengumumkan penarikan pada hari Senin dibatalkan dengan alasan ribuan karyawan harus dikarantina akibat terjadinya kontak langsung dengan pegawai keuangan yang terjangkit Virus Corona tersebut.

Dengan demikian perusahaan harus menghentikan usaha sementara waktu selama empat belas hari kerja. Aroma penipuan semakin kuat setelah customer service Share Results tidak dapat dihubungi satu persatu, dan akun masing-masing anggota tidak dapat diakses kembali.

Baca juga:  Tips: Etiket Bepergian dan Berteman Selama Perjalanan (2)

Sebagai informasi, Share Results adalah sebuah platform digital yang menjanjikan para anggotanya sejumlah profit dengan tugas utama like dan subscribe video yang ada di Youtube.

Video tersebut disediakan secara otomatis di platform dan dapat diambil setiap hari dengan jumlah berbeda-beda tergantung level keanggotaan.

Selain itu, Share Results mewajibkan setiap anggotanya untuk merekrut anggota baru dengan bonus perekrutan yang fantastis sesuai dengan level yang dibeli oleh anggota baru tersebut.

Kisarannya dari Rp90.000 hingga jutaan rupiah yang langsung ditransfer ke akun masing-masing. Share Results sendiri tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan diduga bisnis ini dijalankan oleh sindikat internasional.

Hal ini diketahui dari bahasa yang mereka gunakan bukan Bahasa Indonesia pada umumnya, karena terbilang kaku, tidak bisa memahami beberapa kosa kata dan sejumlah kata yang disingkat setiap berkomunikasi dengan para membernya, ungkap seorang korban.

Lebih lanjut lagi dia menduga, para sindikat tersebut menggunakan alat penerjemah untuk membantunya berkomunikasi dengan para korbannya.

Baca juga:  Catat, Dini Hari Nanti Gerhana Bulan Terlama Akan Terjadi Diatas Langit Lombok

Hingga berita ini ditayangkan, deretan angka fantastis di akun para anggota harus lenyap seiring dengan tidak bisa diaksesnya platform digital tersebut.

Berdasarkan jumlah korban yang tergabung di grup Telegram yang mencapai ribuan orang dari berbagai daerah di tanah air, kerugian yang diakibatkan oleh bisnis ini mencapai milyaran rupiah.

Banyaknya bisnis serupa yang beredar saat ini dihimbau agar masyarakat selalu waspada dengan memperhatikan dua hal dalam investasi, yakni legal dan logis.

Legal, mempunyai izin dari pemerintah dan logis, menjajikan keuntungan yang wajar. Selain itu, pemerintah diharapkan lebih aktif memantau perkembangan bisnis serupa, agar tidak memakan korban lebih banyak lagi. (LI/uj)

3 COMMENTS

  1. Harapan perlu di usut siapa sebenarnya pelaku yang ada pada platfom digital tersebut karna sudah banyak memakan korban dan juga sekarang semakin bertambah platform digital yang serupa yang mencari mangsa baru dengan motif yang sama mengajak orang untuk bergabung dan membayar dengan sejumlah uang tertentu..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.