Mataram, LombokInsider.com – Lombok kembali menjadi tuan rumah acara besar yang bertaraf internasional, kali ini giliran acara 1st Lombok International Edu-Tourism, Empowering Edu-Tourism and Local Culture yang merupakan seminar terbesar pendidikan berbasis pariwisata pada Sabtu (16/9), di Hotel Golden Palace, Mataram.

Pesan Gubernur NTB

“Banyak belajar dan jangan lupa bahagia,” kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH. M. Zainul Majdi, yang akrab disapa TGB. Pesan ini ditujukan kepada peserta 1st Lombok International Edu-Tourism, yang mayoritas terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, dari berbagai macam prespektif kebahagiaan yang pernah dibacanya dari sebuah buku, TGB, menyimpulkan bahwa “bahagia” adalah syukur dan ikhlas.

“Dipundak kalianlah masa depan pariwisata NTB yang berkelanjutan dapat diraih, jadi jangan pernah berhenti untuk terus dan terus belajar, khususnya mencari sisi lain dari potensi pariwisata,” lanjut Gubernur ahli tafsir ini. Pesan ini dikhususkan kepada para mahasiswa Politeknik Pariwisata Negeri Lombok (Poltekpar) yang hadir saat itu.

Menurut TGB, membangun pariwisata bukan sekedar mengeksplorasi potensi keindahan daerah untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Yang jauh lebih penting adalah mencari dari sisi lain pariwisata itu, yakni adanya pertukaran gagasan, proses belajar satu sama lain dan lain sebagainya.

“Apa yang dilakukan oleh panitia penyelenggara acara ini sangat cemerlang, yakni menggali potensi dan konsep pembangunan pariwisata NTB yang menghadirkan berbagai gagasan dan aspek ilmu pengetahuan,” ujar Doktor lulusan Universitas Al-Ahzar, Kairo, Mesir ini.

Konsep tersebut dijalankannya melalui kebijakan pengembangan pariwisata NTB berbasis eco-tourism. Kebijakan berbasis eco-tourism, menurutnya tidak hanya upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat semata. Tetapi juga terdapat nilai-nilai yang baik diantaranya menyangkut pengembangan peradaban masyarakat, bahkan kepribadian suatu bangsa.

Dalam konteks ini, TGB mengajak masyarakat NTB untuk dapat mentradisikan pengembangan ilmu pengetahuan, baik manfaat secara individual juga bermanfaat secara kolektif bagi masyarakat.

“Seluruh aktivitas mengelola alam ini tidak boleh bertentangan atau mendistruksikan kualitas alam. Mendatang kita harus lebih berkonsentarasi pada aspek yang tidak mengeksploitasi lahan-lahan secara masif. NTB punya kawasan yang di kembangkan sebagai kawasan pariwisata berbasis eco-tourism di kawasan Mandalika, Kuta,” ujar TGB.

Kerjasama antar Universitas

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Antar Bangsa Universiti Pendidikan Sultan Idris, Moh. Sahadri Gani Hamzah, menjelaskan bahwa pihaknya sangat senang dan bangga dapat menjalin hubungan kerjasama dengan Universitas Hamzan Wadi, Lombok Timur, khususnya dalam bidang peningkatan potensi pariwisata berbasis pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Selain seminar, 1st Lombok International Edu-Tourism, Empowering Edu-Tourism and Local Culture yang berlangsung dari (15-18/9) ini juga diadakan penandatanganan kerjasama antara Universitas Hamzan Wadi, Lombok Timur dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.

Kerjasama meliputi (Tri Dharma Perguruan Tinggi) yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada penandatanganan kerjasama ini, Universitas Hamzan Wadi diwakili Rektornya, Siti Rohmi Djalilah (kakak TGB), sedangkan Universiti Pendidikan Sultan Idris diwakili oleh Mohd Sahadri Gani Hamzah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Antar Bangsa. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com