Home General News Industri Perhotelan Belajar Pasar Modal, BEI NTB dan IHGMA Gelar Workshop Go...

Industri Perhotelan Belajar Pasar Modal, BEI NTB dan IHGMA Gelar Workshop Go Big with Go Public

44
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Berawal dari binca santai antara Ernanda Dewobroto, CHA, sebagai
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) yang juga Ketua Indonesian Hotel General
Manager Association
(IHGMA) dengan Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana
selaku Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, bersepakat menggelar
workshop Go Big with Go Public pada Kamis (7/11), bertempat di Hotel Golden
Palace Lombok.

Menurut Ernanda, selama ini para GM hotel selalu berkutat
tentang bagaimana meningkatkan okupansi, cash flow dan sebagainya yang
berkaitan dengan peningkatan pendapatan hotel.

Dengan adanya workshop ini dapat menambah pengetahuan para
GM dan Owner hotel bagaimana cara
mendapatkan suntikan dana segar dengan cara Go Public atau Initial
Public Offering
(IPO)

“Bagi kami para GM acara ini sangat penting, karena ini
merupakan hal baru di industri perhotelan. Semoga setelah acara ini kami dapat
membawa manfaat yang lebih saat kembali ke hotel masing-masing,” kata Ernanda
yang juga merupakan GM Hotel Golden Palace Lombok.

Sementara Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, menjelaskan
bahwa ini merupakan bagian dari program tahunan BEI NTB untuk memperluas
pengetahuan masyarakat terhadap Pasar Modal, termasuk industri perhotelan di
NTB.

“Ini memang merupakan program tahunan kami, dimana sudah
menjadi tugas kami yakni mengedukasi masyarakat di NTB untuk mulai mengenal apa
itu pasar modal, bagaimana cara memanfaatkan produk-produk yang ada di BEI,”
jelasnya.

Ngurah menambahkan bahwa investor pasar modal yang ada di
NTB saat ini mengalami peningkatan yang menggembirakan dari 1800 orang pada
2017, per September 2019 investor pasar modal di NTB sudah mencapai angka 6.600
orang.

Mewakili pihak BEI pusat, pada pemaparannya Irawati
Widyaningtyas menjelaskan potensi pertumbuhan perusahaan dan manfaat dari
sebuah perusahaan yang Go Public (IPO).

“Sebuah perusahaan yang Go Public memiliki banyak keuntungan
seperti, pendanaan tanpa batas, meningkatkan kinerja, citra perusahaan,
profesionalisme, likuiditas, percepatan GCG, insentif pajak, terhindar dari
perpecahan pemilik, mitra usaha strategis, kemandirian perusahaan dan
peningkatan nilai perusahaan itu sendiri,” jelas Kepala Unit Evaluasi dan
Pemantauan Perusahaan Tercatat 3 ini.

Mewakili Pemerintah Provinsi, Moh. Abduh, Kepala Bagian Penanaman Modal, BUMD dan Lembaga Keuangan, mengapresiasi terselenggaranya workshop ini. Menurutnya hal ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan bagi perusahaan lokal dan BUMD yang hadir agar mengetahui seluk beluk pasar modal dan manfaat dari perusahaan jika Go Public. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.