Home General News Gubernur Refleksikan Kembali Makna NTB Gemilang di Tengah Takbir Idul Fitri

Gubernur Refleksikan Kembali Makna NTB Gemilang di Tengah Takbir Idul Fitri

84
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, mengajak semua
pihak untuk merefleksikan kembali makna NTB Gemilang di tengah takbir yang
dikumandangkan di tengah perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Rabu (5/6).

Bagi Gubernur, ikhtiar mewujudkan NTB Gemilang adalah sebuah
hal yang tidak mudah. Namun, spirit seruan Allahu Akbar, diyakininya bisa
memberikan suntikan semangat. Suntikan yang dibutuhkan untuk mensinergikan
kekuatan bersama. Sehingga, hal-hal besar seperti mewujudkan NTB Gemilang, akan
terasa kecil.

Filosofi itu dipaparkan Gubernur yang akrab disapa Doktor
Zul saat memberi sambutan sebelum salat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathan,
Kompleks Islamic Center, Mataram.

Di hadapan ribuan warga NTB yang menghadiri salat Idul
Fitri, Gubernur mengawali sambutan dengan memaparkan hal-hal yang ingin diwujudkan
melalui tagline NTB Gemilang.

Pertama, NTB Gemilang bermakna bahwa NTB adalah menjadi
rumah yang nyaman bagi bisnis dan investasi. Pelaku bisnis akan merasa NTB
sebagai tempat yang bersahabat bagi iklim bisnis. Dengan demikian, investasi
dan usaha-usaha akan berdatangan ke NTB dan ini diyakini akan mendorong roda
perekonomian.

Kedua, NTB Gemilang berarti NTB harus mewujudkan iklim yang
nyaman bagi pengunjung atau wisatawan.

Doktor Zul menerangkan, NTB, Lombok baru saja terpilih
sebagai the best halal destination in the world. Sebagai destinasi wisata halal
terbaik di seluruh dunia. Predikat terbaik itu menurutnya bukan sebatas
teraplikasi dalam hal makanan atau busana saja.

“Tapi mudah-mudahan, yang disebut dengan halal destination
adalah kerendahan hati, dan kemauan masyarakat NTB untuk hidup di dalam naungan
Al Quran dan hidayah Allah SWT,” ujar Doktor Zul.

Gubernur menyerukan, warga NTB harus menunjukkan kepada
dunia, bahwa Islam tidak berlawanan dengan kemajuan. Islam bukanlah agama yang
menentang semangat zaman. “Kita tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang
compatible dengan modernitas,” ujarnya.

Gubernur berharap, lewat perwujudan NTB Gemilang ini, di NTB
orang bisa melihat penerapan kehidupan beragama Islam yang menginspirasi, sesuai
tuntunan Allah SWT dalam Al Quran.

“Sehingga di NTB, orang melihat the living quran, Quran yang
berjalan. Kita punya seribu masjid di Nusa Tenggara Barat, kita punya seribu
masjid di Pulau Lombok. Mudah-mudahan, semua nama Allah yang kita agungkan di
masjid-masjid, juga kita agungkan di berbagai tempat di luar masjid,” serunya.

Cita-cita ketiga sekaligus yang terpenting yang ingin
diwujudkan NTB Gemilang adalah, NTB harus menjadi rumah yang nyaman bagi
penduduk NTB sendiri.

“Tentu bukan hanya menyenangkan investasi, tentu bukan hanya
menyenangkan pengunjung. Tapi on the top of that, NTB Gemilang harus bisa
menjamin dan memastikan bahwa penduduk Nusa Tenggara Barat, rakyatnya harus
bahagia,” tegas Gubernur.

Gubernur menegaskan, masyarakat NTB dengan berbagai
aktivitas yang akan terjadi di tempat kita tidak boleh jadi penonton.

“Kita tidak boleh menari dengan gendang yang ditabuh oleh
orang lain. Kita harus meng-upgrade capacity masyarakat kita, perbaiki
pendidikan. Mudah-mudahan kita mampu menari dengan gendang yang kita tabuh
sendiri,” ujarnya.

Gubernur mengingatkan, upaya mewujudkan NTB yang Gemilang,
menghadirkan baldatun tayiibatun warobbun gafur, bukanlah persoalan sederhana.
“Tapi pagi ini, di Islamic Center, di tempat yang bersejarah ini, mudah-mudahan
apa yang kita ikhtiarkan bisa menjadi nyata,” ujarnya.

Meskipun hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, namun
Doktor Zul meyakini akan menjadi ringan jika umat Islam di NTB meresapi dan
menggaungkan semangat dalam kalimat takbir yang dikumandangkan di hari Idul
Fitri. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.