Home General News Gubernur Pastikan Seluruh Desa di NTB Agar Ramah Investasi

Gubernur Pastikan Seluruh Desa di NTB Agar Ramah Investasi

25
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Wakil Gubernur, Dr.
Hj. Sitti Rohmi Djalilah menggelar dialog dengan seluruh kepala desa, lurah,
camat serta Kepala SMA/SMK Se-NTB di Hotel Lombok Raya, Kamis (07/11). Kegiatan
yang dikemas dalam bentuk Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi (Jangzulmi) itu merupakan
rangkaian kegiatan Gebyar Desa Benderang Informasi Publik (DBiP) NTB 2019.

Di hadapan kepala desa, camat dan kepala sekolah itu,
Gubernur menegaskan seluruh desa di NTB harus ramah pada investor. Sebab
pembangunan dan kesejahteraan hanya dapat dilakukan dengan banyaknya investor
yang terlibat dalam pembangunan.

“Tidak mungkin ada kesejahteraan, tidak mungkin ada
pembangunan kalau kita tidak ramah terhadap investasi,” jelas Gubernur
yang akrab disapa Bang Zul itu.

Karena itu, Bang Zul mengajak seluruh kepala desa untuk
menciptakan keamaan di daerah masing-masing. Sehingga, para investor mau
menanamkan investasinya ke NTB.

“Investor itu tidak mau datang kalau sedikit-sedikit
tutup jalan,” ungkapnya.

Selain itu, Bang Zul juga menyampaikan pentingnya
keterbukaan informasi bagi masyarakat. Desa desa di NTB ini akan terpacu
pembangunannya apabila masyarakat dapat mengakses informasi yang ada.

“Masyarakat kita semakin banyak bertanya. Tapi jangan
sampai keterbukaan informasi, masyarakat makin banyak bertanya, tapi tidak mau
bekerja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi (KI) NTB, Hendriadi
SE, ME mengatakan, kegiatan Gebyar GBiP dan Gerakan Bersama Layanan Dasar dan
Desa menuju Benderang Informasi Publik merupakan puncak dari seluruh kegiatan
yang dilakukan KI NTB. Kegiatan itu lanjutnya menghadirkan tidak kurang dari
1.500 Badan Publik  se-NTB. Terdiri
dari 303 kepala sekolah dan 158 kepala Puskesmas dan 1.100 kepala desa dan
lurah.

“Kegiatan ini bertujuan membumikan keterbukaan
informasi,” katanya seraya menegaskan desa, sekolah, puskesmas merupakan
lembaga yang paling dekat dengan informasi.

Ia berharap, gerakan layanan dasar dan desa menuju DBiP
dapat mendorong masyarakat untuk lebih terbuka pada informasi yang dibutuhkan
masyarakat. Sehingga, NTB Gemilang dapat terwujud dengan baik.

Ketua Bidang Sosialisasi Edukasi Advokasi KI Pusat, Wafa
Patria Uma, mengatakan kehadiran masyarakat dalam gerakan layanan dasar dan
desa menuju DBiP merupakan wujud komitmen dan dukungan terhadap keterbukaan
informasi. Sebab, hak masyarakat untuk tahu merupakan layanan dasar, selain
pendidikan dan kesehatan.

Dengan keterbukaan informasi lanjutnya, akan banyak
permasalahan yang bisa diselesaikan. Seperti permasalahan kesehatan dan
pendidikan.

“Desa dapat membuat PPID sendiri, sehingga desa
mempunyai hak untuk urus diri sendiri,” jelasnya.

Karena itu, KI dapat memberikan panduan tentang layanan
informasi publik serta memberikan hak masyarakat untuk mengakses informasi

“Informasi bisa mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan
masyarakat,” ungkapnya seraya menegaskan gerakan bersama layanan dasar,
adalah upaya maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
kesehatan dan pendidikan. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.