Home General News Gelar Aksi Damai, Puluhan Ojol di NTB Minta Gubernur Perketat Pintu Masuk

Gelar Aksi Damai, Puluhan Ojol di NTB Minta Gubernur Perketat Pintu Masuk

42
0
SHARE
Aksi Damai Ojol di Mataram, NTB.

Mataram, LombokInsider.com – Puluhan Ojek Online (Ojol) melakukan aksi damai di perapatan Pos Buaya depan kantor Gubernur NTB, jalan pejanggik Mataram. Aksi damai ini bentuk kepedulian para Ojol terhadap kondisi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin kurang baik dilihat dari angka positif Virus Corona bertambah menjadi 6 (enam) orang. Begitu juga data Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.025 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diangka 36 orang.

Kondisi itu membuat para Ojol meminta kepada Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah untuk memperketat atau bahkan menutup sementara pintu masuk seperti Bandara dan Pelabuhan bagi orang luar NTB. Ini semua demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di NTB.

Koordinator Ojol Pulau Lombok, Budi Suseno menyampaikan, turunnya para pelaku Ojol dijalan bukan bentuk protes, namun aksi damai bentuk kepedulian agar korban Covid-19 di NTB tidak bertambah.

“Ini bentuk menumbuhkan kepercayaan bahwa NTB aman di bandingkan provinsi lain. Begitu halnya para pelaku Ojol yang mencari nafkah lewat jasa transportasi itu sangat aman dari virus corona. Jangan takut, kami yakin dan jamin bahwa para Ojol selalu menjaga kebersihan,” ungkapnya Kamis (2/4/20) saat aksi damai di Mataram.

Budi menjelaskan mengapa menyebut para Ojol masih aman dari Covid-19, karena di perkumpulan Ojol sangat ditekankan jaga kebersihan dan mengutamakan kepercayaan. Dimana, setiap masuk supermarket untuk mengambil pesanan konsumen, suhu tubuh dan kesehatan para Ojol diperiksa, baru boleh mengambil orderan.

“Sebelum banyak korban positif Covid-19, kami berharap dan meminta kepada Gubernur, dibawahnya Dinas Perhubungan dan instansi lain, supaya tutup sementara pintu masuk ke NTB ini,” kata dia.

Dia mengaku, jika tidak ada ketegasan dari Gubernur dan pihak terkait, maka keberadaan Covid-19 ini berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat terlebih Ojol.

Saat ini, para Ojol harus menanggung beban tunggukan dan tagihan akibat pendapatan jauh berkurang. Sebelumnya, setiap hari para Ojol bisa mendapatkan hasil Rp 200 ribu per hari sebelum merebahnya kasus Covid-19. Namun saat ini, sangat bersyukur dapat Rp 50 ribu per hari.

Artinya lanjut Budi, minimnya pendapatan berdampak tidak bisa bayar kredit di finance. Disatu sisi, finance tidak mau tahu kondisi perekonomian saat ini yang dilanda virus corona.

“Realita finance tidak mau tahu, kalau telat bayar, disuruh bayar bunga. Memang ada keringanan tidak setor namun bunga tetap berjalan,” ujarnya.

Yang jelas, para Ojol tidak pernah meminta Gubernur NTB untuk Lockdown, namun setidaknya lebih perketat pintu masuk dalam hal pemeriksaan. Tidak boleh orang luar masuk, selain warga NTB, kemudian lebih selektif dan perketat sisi kesehatan. “Kalau mau Lockdown iya harus bayar kredit finance kami,” cetusnya.

Budi menambahkan, aksi damai para Ojol ini sambil membagikan 100 masker dan 4 botol hand sanitazier isi 400 ml secara gratis dari Hamba Allah kepada para pengguna jalan yang membutuhkan. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.