Home General News Gejolak di Partai Demokrat, Siapakah Pemenangnya?

Gejolak di Partai Demokrat, Siapakah Pemenangnya?

0
SHARE
Gejolak di Partai Demokrat, Siapakah Pemenangnya?
Agus Harimurti Yudhoyono dan Moeldoko, dua purnawirawan TNI yang berada di ujung tombak kisruh Partai Demokrat saat ini (foto: Tribunnews).

Jakarta, LombokInsider.com – Gejolak di Partai Demokrat terus berlanjut. Masing-masing kubu saling menyerang dan mempertahankan pendapatnya. Gejolak tersebut kian memanas setelah Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di Sibolangit, Sumatera Utara menetapkan KSP Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021 – 2025.

Kini masalah di internal Partai Demokrat tersebut akan ditentukan pemenangnya ke depan oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly.

Sebelumnya, Kongres Luar Biasa (KLB) dilaksanakan di Sibolangit, Sumatera Utara di prakarsai oleh sejumlah kader yang dipecat oleh Partai Demokrat.

KLB yang menetapkan Jenderal TNI Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021- 2025 tersebut bertujuan untuk melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai.

Sekaligus menghapus majelis tinggi Partai Demokrat, dan mengembalikan keputusan DPP atas pemecatan sejumlah kader yang ada di pusat maupun daerah. Seperti yang dikatakan oleh Mantan Wakil Ketua Partai Demokrat, Max Sopacua kepada Kompas TV, Jumat (5/3) kemarin.

“Hasil kongres ini sudah mengeluarkan beberapa keputusan. Diantaranya mendemisionerkan kepengurusan yang ada, menghapus majelis tinggi dan mengembalikan keputusan-keputusan DPP terdahulu terhadap pemecatan beberapa kader baik di pusat maupun di daerah,” tuturnya.

Baca juga:  KSP Moeldoko: Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar

Sebagai lanjutan, Max akan bertolak ke Jakarta untuk mendaftarkan kepengurusan yang baru ke Kemenkumham secepatnya.

“Untuk itu hasil dari kongres ini segera setelah selesai, kembali ke Jakarta akan segera di daftarkan ke lembaga terkait ke Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.

Menyikapi hasil KLB tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melaksanakan Konferensi Pers di Kantor DPP Partai Demokrat kemarin (5/3) menganggap KLB Deli Serdang ilegal dan inkonstitusional, karena pemilik suara sah tidak hadir dalam KLB tersebut. Ia memastikan surat kuasa yang mengatasnamakan DPC dan DPD tidak sah dan melanggar hukum.

“KLB Deli Serdang adalah I legal dan inkonstitusional, karena tidak memenuhi syarat AD/ART Partai Demokrat. Tidak ada pemilik hak suara yang sah yang hadir dalam KLB tersebut. Para pemimpin DPD dan DPC kami solid, maka siapapun yang mengaku membawa surat kuasa mengatasnamakan DPD dan DPC, saya pastikan bahwa surat kuasa itu adalah palsu dan melanggar hukum,” tegasnya.

Mantan Mayor tersebut juga menyinggung pernyataan KSP Moeldoko yang sebelumnya  mengelak saat di curigai berada dibalik kisruh Partai Demokrat beberapa waktu yang lalu.

Baca juga:  Wagub NTB: Rekomendasi DPRD NTB Wujud Kepedulian dan Kesungguhan untuk NTB Lebih Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.