Home General News Film Pendek “MELAIQ”, VIU Short Angkat Budaya dan Promosikan Pariwisata Lombok

Film Pendek “MELAIQ”, VIU Short Angkat Budaya dan Promosikan Pariwisata Lombok

79
0
SHARE
Pantai Loang Baloq (@) capunkshare.blogspot.com

Mataram, LombokInsider.com – VIU, perusahaan penyedia film-film drama, anak perusahaan PCCW Media yang berbasis di Hong Kong melalui VIU Short membuat film pendek bertema pernikahan adat Suku Sasak dengan latar belakang keindahan Pulau Lombok. Tradisi budaya pernikahan Melaiq (melarikan) yang unik dan potensi wisata di Lombok menarik minat tim VIU Short datang ke Mataram.

Melaiq adalah tradisi perkawinan Suku Sasak, dimana proses calon pengantin perempuan dilarikan oleh calon pengantin laki-laki. Proses selama pelarian ini bukan drama, bisa berhasil dan bisa pula digagalkan, “Bisa berjodoh atau gagal total,” kata SVP Marketing VIU, Myra Suraryo di Mataram, Kamis (16/1/20).

Berdurasi 15 menit Melaiq digarap oleh 40 siswa SMA dan SMK, yang telah lolos seleksi oleh tim VIU Short. Film ini nantinya akan ditayangkan di 16 negara. Pembuatan film ini guna membangkitkan kebanggaan terhadap Indonesia dan budaya daerah setempat.

Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Menparekraf) dalam mendukung Program Pengembangan Film Indonesia, Musim Kedua ini juga didukung oleh Pemerintah Daerah dan Kota di 20 kota, Yayasan Tumbuh Sinema Rakyat, MAV Production, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Badan Perfilman Indonesia (BPI), Komis Film Daerah, komunitas film lokal, Yayasan BPK Penabur dan Yayasan Tarakanita.

“VIU Short mendapat dukungan dari Menparekraf, tujuannya tidak lain adalah membantu promosi pariwisata di Indonesia pada umumnya dan Lombok khususnya dalam pembuatan film pendek Melaiq ini,” jelas Myra.

Lokasi syuting dilakukan di beberapa tempat yang memiliki daya tarik wisata. Misalnya Pantai Loang Baloq, untuk mendapatkan gambar sunset diakhir scene. Lalu lokasi Pantai Ampenan di tengah Mataram, di antara perahu-perahu nelayan, sebagai lokasi membawa lari calon pengantin perempuan.

“Setelah menonton, diharapkan nantinya wisatawan akan tertarik untuk datang ke Lombok, otomatis mereka akan spend money disini, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal,” ujarnya.

VIU disaksikan 36 juta pengguna aktif bulanan, yang mulai Rabu 15 Januari 2020 memproduksi film pendek Viu Shorts! Musim Kedua. Selain fokus berproduksi film-film drama, Viu fokus pada pengembangan minat dan bakat dari talenta muda. Mereka merekrut remaja usia SMA dalam membuat karya film pendek, berdasarkan atas kecintaan mereka pada mitos lokal.

Viu Shorts akan digelar di 20 kota baru di seluruh Indonesia selama tujuh bulan, dimulai pada Agustus 2019 dan terus berlanjut hingga Maret 2020.

Kemenparekraf mendorong filmpreneur di kalangan milenial untuk melanjutkan tema “Mitos Lokal Indonesia” di 20 kota dan kabupaten. Musim Kedua digarap di Klungkung, Atambua, Mataram, Majalengka, Cilacap, Kendal, Magelang, Kulon Progo, Solo, Salatiga, Batu, Natuna, Dairi, Sangata, Ambon, Palu dan Rote. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.