Home General News Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab: Tugas Saya Mengajak Orang Cinta Membaca

Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab: Tugas Saya Mengajak Orang Cinta Membaca

11
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Budaya membaca di Provinsi NTB dinilai masih tertinggal dibanding
provinsi lain di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Pemerintah Provinsi NTB
berikhtiar terus mendorong masyarakat untuk semakin gemar membaca. Termasuk
menumbuhkan minat anak untuk memiliki sikap tersebut.

Untuk itu, digelar sebuah talk show interaktif yang
dilaksanakan di Graha Bhakti Praja, Jumat (15/11). Dalam kegiatan ini, Duta
Baca Indonesia, Najwa Shihab dihadirkan secara langsung sebagai pembicara.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dr.Ir. H. Iswandi,
M.Si yang membuka kegiatan tersebut berharap kehadiran Najwa Shihab bisa
memberi  motivasi kepada masyarakat
NTB untuk gemar membaca.

“Mewujudkan masyarakat NTB Gemilang adalah melalui misi NTB

Sehat dan Cerdas. Untuk itu mewujudkan masyarakat yang gemar
membaca akan berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi NTB Gemilang ini,”
tambahnya

Iswandi berharap kegiatan seperti ini bisa terus
dilaksanakan dan berlanjut dari waktu ke waktu. “Kami atas nama Gubernur
menyampaikan terima kasih dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dari
waktu ke waktu. Jangan hanya karena Mbak Nana datang baru diselenggarakan,”
canda Doktor Pemerintahan tersebut.

Sementara Najwa Shihab mengatakan, ia sudah banyak
berkeliling ke pelosok-pelosok Tanah Air untuk mengajak warga Indonesia gemar
membaca. “Tugas Saya sebagai duta baca Indonesia adalah mengajak orang jatuh
cinta pada membaca..” jelasnya diiringi tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, generasi muda selaku penerus bangsa menjadi
target utama akan budaya gemar membaca.

Pemandu acara “Mata Najwa” ini berharap kegiatan
membaca bisa menjadi bagian kehidupan, bahkan bagian dari rutinitas
sehari-sehari.

Di era digital, membaca menjadi elemen penting untuk
meningkatkan kemampuan analisis terutama mengenali berita bohong atau hoax.

“Ini sangat penting, harus cerdas memilih dan memilah
mana yang benar dan mana yang bohong. Karena maraknya berita hoax tidak hanya
di Indonesia, namun hampir di seluruh negara,” ujar Najwa menjelaskan.

Najwa menambahkan, dengan generasi yang gemar membaca akan
menghasilkan generasi yang tidak mudah diprovokasi, tidak mudah memaki, dan
yang punya hati.

“Mari masukkan jadwal membaca dalam kehidupan sehari-hari.
Idealnya minimal 20 menit sehari. Membaca seperti olahraga, semakin sering kita
olahraga  semakin kuat. Membaca
juga seperti itu. Membaca adalah syarat utama menjadi orang berhasil,” jelas
Najwa.

Menurutnya, persoalan saat ini adalah kemampuan menghadapi
tantangan literasi digital. “Kita tidak tahu mana yang sampah, mana yang
berlian. Karena kita tidak pernah 
melatih diri kita, sehingga kita harus bisa membedakan fakta dan hoax,”
tegasnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.