Home General News Ditengah Pandemi Covid-19, Ribuan Masyarakat Sambut Kedatangan Eva Yolanda LIDA

Ditengah Pandemi Covid-19, Ribuan Masyarakat Sambut Kedatangan Eva Yolanda LIDA

66
0
SHARE
Ribuan Masyarakat Lotim Menyambut Kedatangan Eva Yolanda, Ahad (5/3/20).

Selong, LombokInsider.com – Ribuan masyarakat Desa Lando, Kecamatan Terara, Lotim menyambut kedatangan peserta Liga Dangdut (LIDA) 2020, Eva Yolanda, di kampung halamannya Ahad (5/4/20). Kejadian ini membuat orang yang sadar akan potensi bahaya paparan virus Corona (Covid-19) mengkhawatirkan akan semakin luasnya penyebaran virus ini.

Masyarakat dan sejumlah organisasi mengaku geram. Di tengah antisipasi penyebaran virus Corona, disinyalir terjadi proses pembiaran adanya kerumunan massa.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, M.AP, menerangkan jika dari konfirmasi ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, kepulangan, Eva Yolanda, diberlakukan sama dengan semua warga Lotim yang datang dari luar daerah.

Kabar baiknya, menurut Sekda Lotim ini, Eva Yolanda keluar melalui pintu Orang Tanpa Gejala (OTG) di Bandara Zainuddin Abdul Madjid, kemudian dibawa menuju posko utama di Pendopo Bupati sebagaimana masyarakat yang lain untuk menjalani pemeriksaan oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan itu, untuk ukur suhu, Eva Yolanda, memiliki suhu 36,2 derajat celcius (normal) dan tidak ada gejala lainnya.

Selanjutnya, Eva Yolanda dibawa pulang ke kampung halamannya di Desa Lando dan terjadi kerumunan. Artinya, kata Sekda, masyarakat di bawah belum sepenuhnya sadar dan memahami betul terhadap ancaman Covid-19 ini.

“Ini tantangan buat kami (tim Covid,red). Insya Allah ke depan kita lebih bekerja keras lagi memaksimalkan kesadaran masyarakat kita,” kata Sekda.

Hal itu terbukti jauh dari perilaku aman saat berkumpul, melanggar sosial distance dan sebagian besar masyarakat tidak memakai masker.

“Kita sesalkan kejadian ini, nasi sudah menjadi bubur. Paling tidak ini menjadi gambaran nyata bahwa banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran terhadap ancaman Covid-19 ini,” ujarnya.

Disampaikan Sekda, pihak keamanan sebenarnya hadir untuk mengantisipasi pembubaran massa. Namun demikian, kata dia, apapun ikhtiar pemerintah tanpa kesadaran semua pihak termasuk masyarakat, tidak mungkin berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Sementara dari pihak keamanan, baik Dandim 1615 dan Kapolres Lotim mengaku kecolongan terkait kejadian ini dan akan melakukan perbaikan ke depannya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.