Home General News Dangkal Akibat Sedimentasi, Gubernur NTB Tinjau Bendungan Plara Lunyuk

Dangkal Akibat Sedimentasi, Gubernur NTB Tinjau Bendungan Plara Lunyuk

87
0
SHARE

Sumbawa, LombokInsider.com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi jajaran Kepala OPD
lingkup Provinsi NTB dan OPD lingkup Kabupaten Sumbawa, melakukan peninjauan
langsung Bendungan Plara, di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Senin, (8/4).

Peninjauan tersebut dalam rangka normalisasi atau pengerukan
Bendungan Plara yang saat ini mulai mendangkal karena sedimentasi yang semakin
tinggi.

Keberadaan Bendungan tersebut dinilai sangat stratergis,
karena selain sebagai sumber irigasi yang mampu mengairi 2.543 Hektar Sawah,
juga difungsikan sebagai tempat budidaya ikan dan sebagai objek wisata oleh
masyarakat di Kecamatan Lunyuk.

Untuk menjaga agar bendungan tidak terjadi sedimentasi, Gubernur
meminta masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan, agar
terhindar dari bahaya longsor yang mengakibatkan sedimentasi di Bendungan
Plara. “Jangan sampai karena target jagung, lalu kita merambah dan merusak
hutan,” tegasnya.

Gubernur berpesan kepada masyarakat Lunyuk untuk senantiasa
menjaga keamanan dan perdamaian, terutama dalam menghadapi pesta demokrasi 2019
ini. “Jaga kententraman dan kerukunan Lunyuk yang indah dan asri untuk
mewujudkan NTB Gemilang dimasa akan datang,” kata Gubernur.

Tidak lupa, gubernur menjelaskan bahwa sebentar lagi pada
2021, NTB akan jadi tuan rumah MotoGP. Menurutnya dengan adanya even
internasional tersebut, perhatian pemerintah pusat untuk infrastruktur NTB akan
semakin besar. Dengan demikian perhatian untuk infratruktur Pulau Sumbawa juga
akan semakin besar.

Gubernur merasa senang bisa berdialog langsung dengan
masyarakat, sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat, karena ini merupakan
komitmennya untuk sering turun dan berdialog dengan masyarakat.

Sementara itu, menanggapi pendangkalan Bendungan Plara,
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB akan memprioritaskan pengerukan
bendungan, untuk peningkatan kapasitas debit air, dengan demikian masyarakat
bisa melakukan penanam padi tiga kali dalam setahun. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.