Home General News BNN Gagalkan Aksi Pengedar Narkoba Mantan Bartender di Trawangan

BNN Gagalkan Aksi Pengedar Narkoba Mantan Bartender di Trawangan

0
SHARE
BNN Gagalkan Aksi Pengedar Narkoba Mantan Bartender di Trawangan
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB gagalkan peredaran narkotika di Mataram. Petugas, mengamankan barang bukti ganja 396,09 gram. Ganja diamankan dari AIP, warga Kebon Bawak, Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. (Foto BNN NTB)

Mataram, LombokInsider.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB kembali menggagalkan peredaran narkotika di Mataram. Petugas, kali ini mengamankan barang bukti ganja 396,09 gram.

Ganja diamankan dari AIP, warga Kebon Bawak, Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Hasil interogasi terhadap AIP, dia mengakui bahwa barang tersebut adalah milliknya. Rencananya akan diedarkan di wilayah Gili Trawangan. Mengingat ganja cukup diminati di daerah tersebut.

Kebetulan juga pelaku pernah bekerja di daerah Gili sebagai bartender. Namun sejak pandemi, yang bersangkutan dirumahkan dan kini beralih menjadi penjual narkoba.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol I Gede Sugianyar Dwi Putera mengatakan, pelaku diamankan saat mengambil barang di kantor jasa ekspedisi di Jalan Jenderal Sudirman No 19, Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

“Pengungkapan kasus berdasarkan informasi dari masyarakat yang kita tindak lanjuti. Saat AIP mengambil barang yang diduga berisi narkotika langsung diamankan. Begitu digeledah didapatkan satu buah kotak kardus yang dilakban warna cokelat. Begitu dibuka, paketan tersebut berisi biji batang dan daun setengah kering narkotika jenis ganja yang ditutupi dengan serbuk kopi,” ungkap Sugianyar, Rabu (10/3/21).

Baca juga:  Polda NTB Jamin Keamanan Tiga Gili, Wisatawan Mulai Ramai Berdatangan

Barang tersebut kata Sugianyar dikirim oleh Bunda Rara di Biang Bureun, Nangro Aceh Darussalam dan penerimanya adalah Bunda Fahri Selaparang di Desa Taman Sari, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pengirim dan penerima ini kata Sugianyar adalah fiktif. “Ini modus saja. Alamatnya ternyata palsu,” ujarnya.

Nilai barang yang disita jika dirupiahkan sekitar Rp8.575.000. “Jika diasumsikan 1 gram dikonsumsi untuk dua orang, maka dengan digagalkannya peredaran ganja tersebut setidaknya BNNP NTB berhasil menyelamatkan 689 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika,” tegas Sugianyar.

Terhadap pelaku AIP, ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

Kini guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, AIP diamankan di Kantor BNNP NTB. Petugas kata Sugianyar masih terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap pelaku lainnya. (LI/bnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.