Mataram, LombokInsider.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Pusat Jakarta, menghimbau masyarakat agar waspada, terutama yang tinggal dan beraktivitas di pesisisr sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi.

BMKG pada senin (7/1) kemarin, telah mengeluarkan surat bernomer No. : ME.301/PD/06/APM/I/BMKG-2019 tentang Peringatan Dini Gelombang Tinggi untuk periode 6-9 Januari mendatang.

“Hal ini terkait terjadinya Tropical Cyclone “PENNY” 990 hPa di Laut Karang utara Queensland, Tropical Storm “PABUK” 1004 hPa di Laut Andaman, dan pola tekanan rendah 1011 hPa di Samudra Hindia selatan Bali.,” kata Rismanto Effendi, M.Si, Kepala Sub Bidang Analisa dan Prediksi Meteorologi dalam keterangan tertulisnya.

Pola angin di Utara Indonesia umumnya bergerak dari arah Barat laut – Timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 35 knot, sementara di Selatan wilayah Indonesia umumnya angin bergerak dari arah Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 25 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Perairan P. Rote-Kupang, Selat Makasar, Perairan Sermata hingg Tanimbar, Perairan Kep. Kai – Aru, Laut Arafuru dan Perairan Kep.Sangihe hingga Talaud,” jelasnya.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Pulau Lombok bagian Selatan.

Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 M berpeluang terjadi di: Perairan Kep. Enggano Hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Selatan Lombok, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga Lombok, Selat Bali – Lombok – Alas bagian Selatan, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Natuna, Perairan Bitung – Manado, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 M Berpeluang Terjadi di: Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Lhoksumawe, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu, Selat Sunda Bagian Utara, Samudera Hindia Barat Aceh Hingga Mentawai, Perairan Selatan P. Sumbawa hingga Sumba, Selat Sape Bagian Selatan, Selat Sumba Bagian Barat, Perairan Selatan Rotte – Kupang, Laut Sawu dan Laut Timor Selatan NTT, Perairan Kep. Anambas, Selat Makassar Bagian Tengah dan Utara, Perairan Utara P. Sula, Laut Sulawesi, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Utara Sulawesi, Laut Maluku Bagian Selatan, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata hingga Tanimbar, Perairan Kep. Kai – Aru, Perairan Agats, Perairan Barat Yos Sudarso, Laut Arafuru.

BMKG berharap agar masyarakat tetap waspada dan diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com