Home General News Bertemu Dubes Denmark, Gubernur NTB Jajaki Kerjasama Bisnis dan Pendidikan

Bertemu Dubes Denmark, Gubernur NTB Jajaki Kerjasama Bisnis dan Pendidikan

97
0
SHARE

Jakarta, LombokInsider.com –  Gubernur NTB Dr. H.
Zulkieflimansyah melakukan pertemuan dengan Yang Mulia (YM) Duta Besar Kerajaan
Denmark untuk Indonesia, Rasmus A. Kristensen bersama jajarannya yang
berlangsung di kediaman dinas Dubes Denmark di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan, Senin (21/10).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur yang didampingi Staf
Khusus Bidang Investasi dan Waste Management,  Lutfiya Al Qarani mendiskusikan potensi kerja sama dalam
sejumlah bidang. Mulai dari investasi untuk program energi terbarukan
(renewable energy), pengelolaan sampah (waste management), hingga pariwisata
dan pendidikan.

“Paradigma Pemerintah Provinsi NTB saat ini adalah ramah
investasi dan ramah kepada komunitas bisnis. Kami sangat terbuka dengan setiap
langkah kerja sama dan penanaman modal atau investasi dari manapun, baik
domestik maupun internasional, swasta maupun institusi negara. Kami mengajak
Denmark untuk ikut meramaikan investasi dan kerja sama berbagai bidang yang
saling menguntungkan di NTB,” kata Gubernur.

Menurut Doktor Zul, sapaan akrabnya, portofolio Denmark di
bidang teknologi pengembangan energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik
Tenaga Angin/ Bayu, cocok dengan kondisi lahan di NTB, baik di Pulau Lombok
maupun Sumbawa. Begitu juga dengan yang lain, misalnya tenaga surya ataupun
biomass.

“Dua pulau besar NTB, Lombok dan Sumbawa punya potensi besar
untuk investasi di bidang pengembangan energi terbarukan, misalnya pembangkit
listrik tenaga angin yang sudah maju di Denmark. Untuk pembangkit listrik
tenaga surya, kami sudah punya 3 PLTS di Sengkol, Selong dan Pringgabaya yang
masing-masing berkapasitas 7 MWp atau totalnya 21 MWp. Sementara untuk biomass,
kami punya ladang jagung yang produksinya mencapai lebih dari 2 juta ton
berdasar data 2018 lalu,” paparnya.

Sementara untuk kebijakan Zero Waste Province, Doktor Zul
mengaku tertarik dengan Denmark karena negara kerajaan itu sudah punya punya
undang-undang perlindungan lingkungan sejak tahun 1973. Dengan teknologi Zero
Waste Management yang sudah dikembangkan oleh Denmark selama puluhan tahun itu,
ia yakin bisa diadopsi dan dikembangkan sesuai kondisi di NTB.

“Kami sediakan segala infrastrukturnya, mulai dari lahan,
kemudahan survei, hingga fasilitas penunjang teknis dan lain-lainnya. Dari
birokrasi, kami bantu kemudahan perizinan dan dukungan sumber daya yang ada.
Intinya, NTB is a community business and investment-friendly,” lanjut Doktor
Zul.

Dubes Kerajaan Denmark YM Rasmus A. Kristensen yang
didampingi Head of Energy Cooperation Thomas Caprla Henriksen dan Head of
Environmental Cooperation Morten Holm van Donk, menyambut baik peluang kerja
sama tersebut. Menurut YM Dubes Rasmus, ia sudah mendengar banyak potensi kerja
sama di bidang energi terbarukan dan pengelolaan sampah di NTB, terutama dari
Head of Environmental Cooperation Morten Holm van Donk, yang sudah beberapa
kali ke NTB.

“Saya sudah dengar dari Pak Morten dan timnya yang bisa
dibilang sudah tak asing dengan Lombok dan Sumbawa, serta bertemu dengan
sejumlah kepala dinas terkait lingkungan dan energi terbarukan. Potensi kerja
sama investasi bidang pembangkit listrik tenaga biogas dan biomass dengan NTB
sangat menarik. Apalagi setelah mendengar langsung penjelasan Bapak Gubernur
hari ini,” ujar YM Dubes Rasmus.

Ia melanjutkan, Thomas dan Morten memiliki kapabilitas dan
kapasitas yang tepat untuk merealisasikan kerja sama di bidang energi dan
pengelolaan sampah antara Provinsi NTB dengan Denmark. Selain dua bidang utama
itu, bidang yang lain juga sangat terbuka untuk dijadikan lahan investasi, baik
pariwisata, infrastruktur hingga pendidikan.

“Yang paling penting untuk menyegerakan kerja sama itu,
adalah data sharing dua pihak terkait kompetensi dan kapasitas. Maksud saya
kompetensi sumber daya manusia dalam pengembangan teknologi serta
infrastrukturnya, dan kapasitas atau volume dari masing-masing bidang, seperti
data kapasitas panen jagung atau bambu untuk biomass, dan volume sampah atau
gas bumi untuk sumber daya biogas,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut YM Dubes Rasmus, bisa diawali dengan
pengiriman tim untuk transfer teknologi dan pengetahuan terlebih dulu, baik tim
dari NTB untuk belajar atau kursus ke Denmark ataupun sebaliknya, pengiriman
tenaga ahli atau pakar dari Denmark untuk memberikan training di NTB.

“Hal itu perlu sebagai bagian dari feasibility study untuk
memastikan teknologi yang dikembangkan di Denmark, cocok dan sesuai dengan
kondisi dan situasi lapangan di NTB. Transfer teknologi dan data juga penting
untuk memastikan kesinambungan kerja sama ini bisa berjalan dalam jangka
panjang,” ujar YM Dubes Rasmus.

Sementara terkait kerja sama pendidikan, Gubernur Zul
menyampaikan soal program beasiswa 1000 pelajar NTB ke luar negeri. Ia menyatakan
tertarik untuk mengirimkan anak-anak muda Lombok dan Sumbawa ke Denmark,
sebagai negara yang menempati rangking ke-5 tertinggi dalam Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) Dunia.

“Kami sudah mengirimkan 46 mahasiswa untuk kuliah S2 di
Polandia dari akhir tahun lalu hingga saat ini. Mereka kebanyakan juga belajar
sains bidang energi dan lingkungan, dan akan terus bertambah. Kami berharap
Denmark juga menjadi negara tujuan dari program beasiswa NTB, apalagi dengan
kualitas pendidikan Denmark yang memadukan pengembangan kurikulum pendidikan
dengan teknologi digital, namun tetap dengan mempertahankan nilai-nilai budaya.
Sangat cocok dengan apa yang kami upayakan di NTB,” imbuh Gubernur Zul.

Di akhir perjumpaan tersebut, kedua belah pihak bersepakat
bakal mengadakan pertemuan teknis sebagai tindak lanjut pada awal November
2019. Gubernur juga sekaligus mengundang YM Dubes Rasmus dan jajarannya yang
akan berkunjung ke NTB, untuk sekalian berwisata menikmati seluruh keindahan
Lombok dan Sumbawa. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.