Home General News Berprestasi dan Menonjol, TGB Terima Penghargaan dari Universitas Al-Azhar Kairo

Berprestasi dan Menonjol, TGB Terima Penghargaan dari Universitas Al-Azhar Kairo

97
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Ketua Umum Dewan Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (DT PBNW), Dr. KH.Muhammad Zainul Majdi, MA yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB)  meraih penghargaan dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Sekretaris Jendral Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Dr. Muchlis Hanafi.,MA mengungkapkan penghargaan tersebut diberikan karena ia dianggap sebagai salah satu tokoh alumni yang berprestasi dan menonjol.

“Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA)
Cabang Indonesia, M Zainul Majdi (TGB), dijadwalkan akan bertolak ke Kairo,
Mesir, pada Rabu (16/10). TGB terbang ke Kairo memenuhi undangan Pemimpin
Tertinggi (Grand Shekh) Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, untuk menerima
penghargaan sebagai salah seorang tokoh alumni Al-Azhar yang menonjol dalam
mengukuhkan moderasi beragama (wasathiyyah Al-Islam), nilai-nilai kebangsaan
(muwâthanah) dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai
(ta‘âyusy silmiy) di Indonesia,” kata Muchlis melalui keterangan tertulisnya.

Muchlis menjelaskan bahwa berita mengenai penghargaan kepada
Gubernur NTB dua periode tersebut diumumkan pada 10 Oktober 2019 dan baru
diterima OIAA cabang Indonesia selang tiga hari, tepatnya Ahad (13/18).

“Keputusan Grand Sheikh Al-Azhar untuk memberi
penghargaan kepada TGB itu dikeluarkan Al-Azhar pada 10 Oktober 2019 dan surat
pemberitahuan sekaligus undangan ke Kairo diterima oleh TGB melalui OIAA Cabang
Indonesia pada Ahad, 13 Oktober 2019. Direncanakan, penghargaan dimaksud akan
diserahkan langsung oleh Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb di
Gedung Grand Shaikh, Kairo, pada Kamis, 17 Oktober 2019, pukul 14.00 waktu
setempat,” terangnya.

Seremoni Penganugerahan akan dihadiri dan disaksikan oleh
pejabat tinggi Al- Azhar antara lain Deputi Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr.
Saleh Abbas, pengurus pusat The World Organization of Al-Azhar Graduates (WOAG)
Kairo seperti Dr. Abel Fadhil El-Qushi (Wakil Ketua WOAG), Dr. Abdel Dayem
Nushair (Sekretaris Jenderal WOAG dan Penasihat Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen
Osama Yasin (Wakil Sekjen WOAG), dan beberapa tokoh lainnya.

Dikatakannya, Seusai penyerahan penghargaan, TGB dijadwalkan
akan menerima wawancara sejumlah media massa setempat mengenai pengalaman
bangsa dan umat Islam Indonesia, termasuk peran yang dimainkan oleh ulama dan
tokoh agama Indonesia, dalam menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai moderasi
Islam, toleransi umat beragama, dan nilai-nilai kebangsaan.

Dijelaskan, Pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga
keislaman paling  berpengaruh di
dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama
ini menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi
kepentingan bersama masyarakat bangsa. Al-Azhar telah cukup lama dan secara
intensif mengokohkan nilai-nilai moderasi Islam dan ikut serta secara aktif
bersama tokoh agama lainnya dalam menciptakan hidup berdampingan secara damai.
Al-Azhar melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya mengokohkan
moderasi beragama dan menangkal fenomena ekstremisme dalam kehidupan beragama
di tengah masyarakat Muslim.

“Seperti diketahui, Sheikh Ahmed Al-Tayeb bersama Paus
Fransiskus telah menandatangani dokumen Human Fraternity Document atau Dokumen
Persaudaraan Kemanusiaan di Founder’s Memorital di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,
pada Senin malam, 4 Februari 2019. Pada kesempatan itu juga hadir dan
memberikan sambutan tokoh dari Indonesia Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang juga
lulusan Al-Azhar Kairo”, jelas Muchlis.

UTGB menempuh pendidikan dasar hingga tingkat SMA di
lingkungan Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, NTB. Gelar S1 dan S2 ia peroleh di
Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Tafsir dan Ilmu- ilmu Al-Quran di Fakultas
Ushuluddin adalah jurusan yang ia pilih. Ia meraih gelar MA dengan predikat
baik sekali. Sedangkan gelar doktor ia peroleh pada 2010 di universitas yang
sama, ketika ia menjabat sebagai Gubernur NTB periode pertama. Disertasinya
berjudul Studi Metodologis dan Analitis Tafsir Ibnu Kamal Basya dan memperoleh
predikat summa cum laude. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.