Home General News Berdalih Kangen, Mantan Anggota DPRD NTB Cabuli Anaknya

Berdalih Kangen, Mantan Anggota DPRD NTB Cabuli Anaknya

0
SHARE
Berdalih Kangen, Mantan Anggota DPRD NTB Cabuli Anaknya
Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (21/1/21), saat memberikan keterangan pers.

Mataram, LombokInsider.com – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram, berhasil mengamankan seorang mantan anggota DPRD NTB berinisial AA (65 tahun), warga Kota Mataram.

Dia ditangkap karena kelakuan bejatnya. Mantan anggota DPRD NTB empat periode itu tega mencabuli anak gadisnya yang berusia 17 tahun.

Namun ia sempat menyangkal segala tuduhan, dengan dalih hanya kangen karena baru bertemu anaknya.

“Tidak, masak sama anak kandung sendiri,” katanya. Sambil berdalih sudah lama tidak bertemu sang anak.

Pelaku di depan petugas tidak mengakui kelakuan bejatnya. Dia terus berdalih tidak pernah melakukan perbuatan tidak senonoh. Tapi bukti yang ada tidak bisa ia sangkal.

“Ini anak kandung saya. Sudah lama saya tidak ketemu. Dia mau masuk perguruan tinggi dan minta kebutuhan-kebutuhannya. Dia minta handphone, minta uang untuk les. Sudah itu saja,” ujar AA tanpa menunjukkan penyesalan.

Kasus ini direspon dan ditangani cepat oleh Kepolisian. Mengantongi sejumlah bukti permulaan yang cukup, AA sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

“Kami mengamankan seorang pelaku dugaan pencabulan dengan korban anak kandungnya sendiri. Pelaku ini mantan anggota DPRD Provinsi NTB,” ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (21/1/21).

“Melalui gelar perkara. Penyidik sudah yakin dengan bukti yang dikantongi. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” lanjut Kapolresta.

Atas perbuatannya, pria 65 tahun itu dijerat pasal 76 E Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto pasal 82 ayat (2) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun.

Baca juga:  Embat Anak Kandung, Mantan Anggota DPRD Jadi Tersangka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.