Home General News Bejat, Seorang Ibu Cabuli Anak Kandungnya yang Masih Balita

Bejat, Seorang Ibu Cabuli Anak Kandungnya yang Masih Balita

0
SHARE
Bejat, Ibu Cabuli Anak Kandung yang Masih Balita
Seorang ibu rumah tangga berinisial NHJ diamankan oleh Unit PPA Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB.

Mataram, LombokInsider.com – Seorang ibu rumah tangga berinisial NHJ, diamankan oleh Unit PPA Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB.

Ia diduga telah melakukan perbuatan bejat atau tidak senonoh terhadap korban insial RFR dan masih balita (3) yang tidak lain adalah anak kandung tersangka.

Perbuatan tersebut ia lakukan sekitar Juni, 2020 dirumahnya saat suaminya sedang tidak berada dirumah.

Berdasarkan laporan Nomor: LP/378/XII/2020/NTB/SPKT yang masuk pada 2 Desember 2020, Polisi berhasil mengamankan seorang ibu rumah tangga inisial NHJ, (43) alamat Desa Tembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si bersama Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati, S.I.K menjelaskan bahwa terungkapnya kasus ini bermula pada September 2020.

“Saat itu saksi, yakni suami tersangka inisial DR menerima kiriman video dari anak saksi inisial NAR yang berisikan rekaman video bermuatan seksual antara tersangka NHJ dengan korban RFR,” jelas Artanto.

Setelah melihat video tersebut saksi kaget, takut dan kasian terhadap korban yang diperlakukan tidak senonoh oleh tersangka yang sekaligus sebagai ibu kandung korban. Kemudan saksi menginformasikan kepada keluarga dekat kejadian tersebut dan menyarankan untuk melaporkannya ke Polisi.

Baca juga:  Ketua MOI Korwil Bali - Nusra, Ajak Sukseskan Pelantikan DPW MOI NTB

“Dari laporan tersebut, kemudian pada 26 Januari 2020 Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya dan mengamankan barang bukti berupa: 2 unit handphone, 1 buah memory card, 2 buah sim card, 1 lembar kartu keluarga dan 1 lembar akte kelahiran,” lanjut Kabid Humas.

Saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Ditreskrimum Polda NTB dan dilakukan penahan selama 20 hari guna proses penyidikan.

“Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 3 dan atau pasal 82 ayat 2 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintahan pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 Tahun dan paling lama 15 Tahun ditambah sepertiga dan denda paling banyak Rp5.000.000.000.-,” tegas Artanto. (LI/polda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.