Berbuah, Budidaya Pohon Kurma di Tanjung Belum Dapat Perhatian Pemda KLU

    62
    0
    SHARE
    Kunjungan Alumni SMAN 2 Mataram Angkatan 94 ke tempat Budidaya Kurma di Dusun Gubuk Baru, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Sabtu (25/1/20), (Insert: pohon Kurma yang Berbuah).

    Tanjung, LombokInsider.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) adalah salah satu kabupaten termuda di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun demikian KLU merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak potensi, terutama di bidang pariwisata.

    Ada belasan air terjun di sini, desa wisata, pantai yang indah dan juga tiga gili (Gili Indah) Trawangan, Air dan Meno yang sudah sangat mendunia bahkan sejak belasan tahun terakhir.

    Selain potensi diatas, KLU khususnya di Dusun Gubuk Baru, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung ternyata juga memiliki potensi lain yakni budidaya Kurma. Buah yang identik dengan negara timur tengah ini ternyata sanggup tumbuh bahkan berbuah di daerah ini.

    Meski demikian, hingga saat ini budidaya Kurma di Tanjung ini belum mendapat perhatian serius dari Pemda KLU. Padahal jika budidaya ini berhasil nantinya pasti akan menjadi sorotan masyarakat luas.

    “Harus diakui hingga saat ini Pemda KLU belum memberikan perhatian serius terhadap budidaya Kurma ini, sejauh ini baru Pemerintah Desa Tanjung yang memberikan perhatian dengan membantu promosi via media sosial,” jelas Penjabat Kepala Desa Tanjung, Abdulis S.Pd, Sabtu (25/1/20) di Tanjung.

    Padahal, menurut Abdulis jika budidaya ini mendapat perhatian yang lebih dari Pemda KLU akan dapat menjadi nilai tambah sebagai ikon pariwisata baru, yakni ekowisata.

    “KLU telah menjadi salah satu destinasi wisata nasional bahkan internasional. Guna mendukung hal tersebut, saat ini Pemda KLU sedang memprioritaskan pembukaan spot wisata baru selain 3 gili dan saat ini gencar membuka ekowisata baru. Sebagai alternatif, budidaya Kurma ini bisa menjadi icon wisata religi di KLU,” ujar Abdulis.

    Lebih lanjut, Abdulis mengatakan bahwa hingga saat ini, tempat budidaya ini sudah banyak dikunjungi wisatawan yang ingin melihat lebih dekat.

    “Walikota Malang bersama istri dan rombongan Pemkot Malang, Pembina dan pendamping KKN Unram 2019 di KLU dan wisatawan lokal setempat, termasuk alumni SMAN 2 Mataram angkatan 94, jurusan Biologi,” katanya.

    Sementara Irsan koordinator budidaya Kurma ini menjelaskan bagaimana usahanya, sehingga pohon Kurma ini berhasil berbuah.

    “Ini yang telah berbuah berumur sekitar 4-5 tahun, ada 24 pohon yang umurnya sama. Sebenarnya dari 24 pohon ini, 3 pohon sudah berhasil berbuah, namun kemarin belum sempat kita kontrol dengan baik, buahnya keburu gugur,” ucap Irsan.

    Menurut Irsan, sejauh ini sangat sulit membedakan pohon Kurma jantan dan betina, jika yang ditanam banyak jantan, tidak akan bisa berbuah.

    “Sampai saat ini, sudah 2 tahun bergaul dengan Kurma saya belum bisa bedakan jantan dan betina. Jika yang kita tanam atau bibit kita lebih banyak jantan maka tidak akan bisa berbuah, dia hanya berbunga saja,” lanjut petani asal Lombok Tengah ini.

    Saat ini, dari 24 bibit awal yang dibeli dari Thailand, Irsan berhasil mengembangkan 5000 bibit Kurma dengan bibit lokal dari Jawa.

    “Ada 5000 pohon yang sudah kita semai dengan bibit lokal. Sebenarnya di Pulau Lombok ini sudah banyak pohon Kurma yang sudah berhasil berbuah, hanya saja jika tidak dikawinkan dengan bibit unggul buahnya akan gugur atau rasanya tidak enak,” jelas petani yang sebelumnya sempat merantau ke nergeri jiran ini.

    Berdasarkan pengalamannya, lokasi menanam pohon Kurma yang baik adalah dekat dengan pantai, karena pohon Kurma perlu terpapar garam, tanah yang kering namun tetap memerlukan pengairan. (LI/AA).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.