Home Destination News Virus Corona Membunuh Industri Pariwisata

Virus Corona Membunuh Industri Pariwisata

0
SHARE
Virus Corona Membunuh Industri Pariwisata
SEPI. Wyndham Sundancer resort Lombok.

Giri Menang, LombokInsider.com – Seperti diketahui, industri pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terkena dampak sejak merebaknya pandemi global Virus Corona atau Covid-19.

Bahkan di beberapa daerah, para pengusaha hotel banyak yang menjual propertinya, karena tidak sanggup bertahan.

Terbukti, sejak pertama kali merebaknya virus ini di Indonesia pada Maret tahun lalu, diikuti lockdown yang diberlakukan di berbagai negara, jumlah kunjungan wisatawan menurun secara drastis, bahkan tidak ada sama sekali.

Kondisi seperti ini memaksa sejumlah hotel mengatur kebijakan baru terhadap karyawannya. Seperti yang dilakukan oleh manajemen Hotel Wyndham.

Hotel yang berlokasi di kawasan wisata Sekotong ini, mengistirahatkan sebagian besar karyawannya. Pihak manajemen hanya memperkerjakan petugas keamanan (security) dan tukang kebun (gardener) untuk menjaga fasilitas-fasilitas hotel. Seperti yang diungkapan oleh Komang, salah seorang petugas keamanan hotel.

“Kami dari petugas keamanan – sekitar sebelas orang dan tukang kebun yang masih bekerja. Departemen lain diistirahatkan,” kata Komang.

Ditemui ditempat berbeda, Safwan seorang staff engineering membenarkan infromasi ini. Ia menuturkan, beberapa hari yang lalu, manajemen hotel menggelar acara perpisahan dengan para karyawan.

Baca juga:  Bersihkan Islamic Center, Gubernur Apresiasi Asosiasi Perhotelan NTB

Namun demikian, ia menambahkan, meskipun sebagian besar karyawan lintas departemen diistirahatkan, layanan pemesanan tetap dibuka.

“Ya, kemarin acara perpisahannya, namun layanan booking tetap dibuka,” tuturnya.

Tidak jauh dari Hotel Wyndham, hal berbeda dilakukan oleh managemen Hotel Cocotinos.

Untuk mengisi kekosongan yang diakibatkan tidak adanya tamu yang menginap, beberapa karyawan hotel dialihkan pekerjaan mereka dengan merenovasi sejumlah fasilitas hotel.

“Tamu sepi, tidak ada kerjaan, kerjaan kami begini-gini aja dah, perbaiki fasilitas hotel,” ungkap Jo, salah seorang staf bar dan restoran.

Dari pantauan LombokInsider.com di beberapa lokasi penyebarangan ke gili-gili di kawasan Sekotong, kodisinya terlihat sepi. Biasanya, terutama saat akhir pekan, pengunjung terlihat ramai baik yang pulang maupun yang pergi dari lokasi penyeberangan.

Kondisi demikian membuat beberapa penyedia jasa penyeberangan memilih untuk tutup sementara waktu dan mencari pekerjaan lain. Seperti salah seorang penyedia jasa penyeberangan di Tanjung Kelor, Pak Aming.

“Saya jarang di Tanjung Kelor. Kalau ada tamu baru saya kesana. Ini aja saya lagi minta ikut bekerja di proyek sama kakak,” ungkapnya.

Baca juga:  Kadis Budpar: Tete Batu Sebagai Destinasi Unggulan Wisata Halal Lombok

Dilihat dari perkembangan terkini, wabah Virus Corona (Covid-19) diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. Bahkan di beberapa negara menunjukkan tren kenaikan kasus baru.

Hal ini tentu mengancam perkembangan industri pariwisata, Padahal sektor ini menyerap cukup banyak tenaga kerja.

Oleh karena itu, untuk menekan laju peneyebaran virus mematikan ini dan menormalkan kembali aktivitas ekonomi lainnya, semua lapisan warga negara harus taat dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak sosial dan memakai masker pada saat keluar rumah (3M). (LI/uj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.