Mataram, LombokInsider.com – Seperti diketahui bersama bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan status awas terhadap Gunung Agung di Bali, sejak 22 September 2017 lalu. Ini dikarenakan peningkatan aktivitas vulkanologi dari Gunung Agung, bahkan hingga saat ini masih berada pada status awas, level IV.

Terkait hal ini, General Manager (GM) Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Ardita operator dari Lombok International Airport (LIA), menyatakan belum ada lonjakan wisatawan yang signifikan terhadap hal ini.

“Sampai saat ini belum ada lonjakan yang berarti atau pengalihan wisatawan dari Bali ke Lombok melalui LIA. Ini dikarenakan Bandara Ngurah Rai masih dibuka, karena jaraknya cukup jauh dari Gunung Agung,” jelasnya di LIA, beberapa waktu lalu.

“Namun persiapan untuk itu telah dilakukan, minggu lalu kami rapat di Jakarta membahas antisipasi jika Gunung Agung meletus dan dampaknya terhadap wisatawan. Kami disini sudah siap,” lanjutnya.

“Ada beberapa alternatif jika sampai Bali tutup. Lombok, Surabaya dan Ujung Pandang sudah dipersiapkan sebagai pengalihan. Tentunya hal ini akan melihat kondisi nanti jika sampai Gunung Agung benar-benar meletus,” tegas Ardita.

Ditempat berbeda, Reza Bovier, General Manager (GM) Santika Hotel Mataram, juga menyatakan hal yang sama. “Sampai saat ini belum ada tamu yang datang khusus karena terdampak Gunung Agung. Wisatawan mungkin masih melihat dan kuatir jika sampai terjadi letusan,” ujar Reza di Santika Hotel.

Menurut Reza, secara umum memang belum terlihat dampak erupsi Gunung Agung terhadap kunjungan wisatawan ke Lombok, sejak September hingga menjelang pertengahan Oktober ini, khususnya untuk hotel di kota.

Seperti diketahui Lombok menjadi salah satu pulau terdekat dengan Bali, yang pastinya akan terkena dampak jika Gunung Agung meletus. Saat ini Lombok memiliki berbagai destinasi wisata yang menjadi unggulan dan tidak kalah dengan Bali.

Sementara, dikutip dari laman bppb.go.id, hingga saat ini instansi daerah setempat masih terus melakukan sosialisasi. Tujuan dari sosialisasi kali ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para kepala desa dan bendesa di Kec. Rendang.

Tim sosialisasi siaga darurat Gunung Agung terus melakukan sosialisasi, setelah sebelumnya di Kec. Klungkung dan Kec. Karangasem. Pada hari ini selasa (10/10) sosialisasi kepada seluruh perangkat desa Kec. Rendang. Hadir sebagai narasumber Kabid. Mitgasi PVMBG I Gede Suantika, Ketua IAGI Bali, Kapolsek Rendang Kompol I Nengah Berata dan Danramil Rendang Kapten Inf I Ketut Sumendra.

I Gede Suantika menjelaskan bahwa saat ini Gunung Agung masih berstatus awas level IV dan jangan masuk kedalam zona bahaya karena zona tersebut harus sudah kosong dan tidak ada aktifitas. Ia juga menghimbau agar masyarakat mematuhi himbauan pemerintah baik dari PVMBG, BNPB, Bupati atau dinas terkait lainnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com