Home Destination News Sejarah Baru, Lebaran Topat Destinasi Wisata Pantai di Lombok Sepi Pengunjung

Sejarah Baru, Lebaran Topat Destinasi Wisata Pantai di Lombok Sepi Pengunjung

56
0
SHARE
Dampak Corona, Pantai Senggigi Sepi Pengunjung.

Mataram, LombokInsider.com – Pandemi Covid-19 menorehkan sejarah baru bagi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Pulau Lombok. Betapa tidak, biasanya pada momen Lebaran Topat atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri, semua destinasi wisata yang ada di NTB tumpah ruah oleh pengunjung.

Namun pada Ahad (31/5/20) ini yang merupakan hari libur dan bertepatan dengan momen Lebaran Topat terlihat hal yang tidak seperti biasanya. Destinasi wisata, khususnya wisata pantai di Pulau Seribu Masjid yang biasanya ramai pengunjung, sekarang justru sepi.

Hal ini karena memang pemerintah daerah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak berwisata saat Lebaran Topat 2020 ini. Pemkab Lombok Barat contohnya, Bupati Fauzan Khalid, mengungkapkan saat Rapat Pembahasan Rekayasa Lalu Lintas sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Rabu lalu.

Dia menyebut, rapat forkopimda ini menindaklanjuti hasil rapat beberapa hari lalu disepakati akan melakukan penyekatan di hulunya untuk membatasi ruang gerak masyarakat untuk berwisata.

“Kita menghimbau dan sampaikan kepada masyarakat. Tidak berarti masyarakat tidak boleh berwisata, karena memang tidak memungkinkan untuk kita mengatakan tidak boleh. Karena kita di Lombok Barat tidak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” akunya.

Terkait dengan penutupan objek wisata tersebut, sebelumnya Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyatakan, penutupan sejumlah objek wisata di Lombok Barat dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa yang bisa berpotensi menjadi penyebaran COVID-19.

Menurut Bupati, penutupan objek wisata akan diawasi lebih maksimal saat “Lebaran Topat” yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, karena kawasan pantai menjadi tujuan utama masyarakat merayakan “Lebaran Topat”.

“Sementara tahun ini perayaan Lebaran Topat kita tiadakan,” kata Bupati.

Sementara Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satriyo Wibowo menyampaikan untuk kegiatan pengamanan di masing-masing lokasi wisata yang menjadi wilayah kerja Polres Lombok Barat sudah dilakukan berdasarkan perencanan yang dibuat sejak beberapa hari yang lalu.

“Alhamdulillah apa yang kita lakukan sejak kemarin itu sudah sesuai dengan rencana yang ada, hanya saja perencanaan yang kita buat ini dengan perhitungan yang terjelek. Tetapi tidak seperti yang kita bayangkan, jadi apa yang kita kira akan membludak pada pelaksanaannya tidak seperti yang kita bayangkan,” akunya.

Dalam hal ini, lanjut dia, dari pantauan yang dilakukan masih saja ada masyarakat yang berkeinginan untuk berwisata.

“Rekan-rekan TNI, Pol PP dan Perhubungan kami lihat sudah cukup maksimal membackup dalam pengamanan tersebut,” terangnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.