Lembar, LombokInsider.com – Sail Moyo Tambora 2018 berjalan dengan sukses, even pariwisata bertaraf internasional Sail Moyo Tambora ini telah berlangsung sejak 9-19 September lalu. Even ini sekaligus menjadi titik tolak bangkitnya pariwisata Lombok dan Sumbawa pasca diguncang gempabumi yang terjadi selama lebih dari satu bulan. Selanjutnya Dinas Pariwisata NTB segera menggelar Festival Pesona Senggigi pada 21-23 September mendatang.

“Alhamdulillah secara umum even Sail Moyo Tambora ini berjalan lancar dan sukses. Ini merupakan even pariwisata bertaraf internasional yang dapat mengangkat nama Provinsi NTB,” kata Buyung Lalana, staf ahli khusus Kementrian Perhubungan RI.

“Penyelenggaraan even akbar ini merupakan salah satu upaya kita dalam membangun potensi wisata maritim Indonesia secara umum dan NTB pada khususnya,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal pada laporannya menjelaskan bahwa dipilihnya Gili Mas sebagai tempat acara penutupan Sail Moyo Tambora ini karena kedepannya akan menjadi pelabuhan khusus kargo dan juga cruise atau kapal pesiar.

“Mengapa diselenggarakan di tempat ini, karena pelabuhan ini adalah pelabuhan yang cukup lama dinantikan masyarakat pariwisata NTB. Dengan berbagai upaya kami menghadirkan pelabuhan ini, terima kasih kepada pihak Pelindo III yang telah memberikan ijin,” jelas Faozal.

Faozal menambahkan bahwa dengan hadirnya pelabuhan wisata dan kargo Gili Mas ini, nantinya akan memudahkan bongkar muat barang dan juga sandarnya kapal-kapal pesiar besar.

“Selama ini, jika ada kapal pesiar yang datang dan sandar harus lego jangkar dibalik bukit, Pelabuhan Lembar. Sehingga dibutuhkan sekoci untuk mengangkut para wisatawan asing yang ingin ke darat untuk berbelanja,” ujar Kadispar NTB ini.

Orang nomor satu di Dispar NTB ini berharap dengan selesainya pelabuhan wisata ini nantinya akan semakin memudahkan akses masuknya kapal pesiar, sehingga akan lebih banyak wisatawan asing yang datang ke Lombok untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada.

Terkait gelaran Festival Pesona Senggigi, Faozal menegaskan bahwa akan diisi banyak kegiatan trauma healing.

“Kita ketahui bahwa destinasi Senggigi dan sekitarnya juga cukup terdampak oleh gempa, maka mulai 21-23 September nanti kami akan memberikan program trauma healing kepada industri pariwisata disana dan juga masyarakat,” tegasnya.

Faozal berharap seluruh elemen pariwisata NTB dapat segera bangkit lagi pasca gempa dan menjadi lebih baik lagi kedepannya. Itulah mengapa seluruh tagline dari kegiatan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 ini adalah NTB bangkit. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com