Home Destination News Pesona Khazanah Ramadhan, Masjid Hubbul Wathan Jadi Pusat Kajian Selama Puasa

Pesona Khazanah Ramadhan, Masjid Hubbul Wathan Jadi Pusat Kajian Selama Puasa

112
0
SHARE
Gubernur NTB, saat Peluncuran Pesona Khazanah Ramadhan 2017, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (4/5).

Jakarta, LombokInsider.com – Sebagai upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Lombok, Pemprov NTB pada bulan suci Ramadhan mendatang menghadirkan kegiatan yang diberi nama Pesona Khazanah Ramadhan. Kegiatan ini telah diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (4/5). Rencananya selama bulan suci ini Masjid Hubbul Wathan atau Islamic Center akan menjadi pusat kajian selama Ramadhan 1438 H.

Pada peluncuran itu Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi mengatakan sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat. “Terima kasih kepada Kemenpar yang selama ini telah banyak membantu dan terus memberikan dorongan kepada kami di NTB, sehingga apapun yang banggakan di NTB di dalamnya pasti ada kontribusi dari Kemenpar,” kata Gubernur yang biasa disapa TGB.

Membangun Mental Spiritual

Menurut Gubernur, Pesona Khazanah Ramadhan di bumi seribu masjid ini lahir dari beberapa harapan dan latar belakang. “Mungkin tidak berlebihan jika saya dan kita semua tahu bahwa situasi dan keadaan kita sebagai bangsa, kalau seperti air suhunya mungkin agak hangat setelah pilkada,” ucapnya.

TGB menambahkan bahwa, khusus di NTB kami ingin masuk dari sisi membangun spiritualitas, karena kami meyakini dari pengalaman NTB yang disebut sebagai provinsi mayoritas muslim, persentase mayoritas muslim lebih tinggi dari rata-rata nasional, sebesar 92 sampai 93 persen, tapi ternyata NTB selalu kondusif .

“Kami ingin hubungkan pembangunan pariwisata dengan spiritualitas yang ada. Jadi keberagamaan itu ternyata bisa menopang pola bermasyarakat, jadi tidak benar keberagamaan itu meresahkan. Keberagamaan itu spiritualitas hidup karena kita yakin bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, pasti hadirkan kebaikan dan kedamaian dan NTB jadi contoh untuk itu,” lanjut Gubernur.

Yang kedua, soal bulan suci Ramadhan, selama ini bahkan di tengah umat islam sekalipun, jika bulan Ramadhan tiba, justru kinerja pelayanan publik mengendor, produktivitas juga menurun. “Nah Melalui Pesona Khazanah Ramadhan ini kami ingin mengingatkan kita semua melalui kegiatan satu bulan penuh, Ramadhan yang hidup, yang diisi Tarawih, Tadarus dan Tahajjud di masjid Hubbul Wathan dan puluhan kegiatan lain sepanjang bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Menurutnya seharusnya jika bulan puasa tiba justru energi yang timbul karena Ramadhan sangatlah besar. “Bukan diam, tapi Ramadhan itu bergerak, karena dalam bergerak itu ada berkah. Hal ini berkorelasi positif dengan produktivitas kita sebagai masyarakat,” jelas lulusan Universitas Al-Ahzar Kairo, Mesir ini.

Selain itu, kepentingan NTB secara khusus, bahwa NTB sejak dua tahun lalu sudah mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu destinasi dari halal tourism dengan sepenuh keyakinan berupaya ciptakan satu segmen baru dalam pariwisata NTB. “Jadi segmen yang konvensional tetap berjalan, kita sengaja ciptakan segmen baru segmen halal tourism dan kemudian kita fasilitasi dan akan kita kembangkan,” tegasnya.

Gubernur mengatakan, pihaknya dengan senang hati mengundang para wisatawan untuk mengisi aktivitas Bulan Ramadhan berwisata yang sarat muatan religi di NTB, khususnya Lombok- Sumbawa.

Islamic Center Jadi Pusat

“Lombok punya Islamic Center dan banyak site budaya dan religi yang tersebar di berbagai tempat. Ini menarik untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati indahnya menjalankan ibadah puasa di Pulau Seribu Masjid ini,” ungkap Gubernur yang juga ulama ini.

TGB menambahkan, pemprov NTB dan seluruh stakeholder lainnya akan menyiapkan berbagai kegiatan yang mendukung nikmatnya menunaikan ibadah puasa Ramadhan sambil berwisata. Dirinya berharap semua pihak dapat berpartisipai dan ikut serta berkolaborasi saling memperkuat dalam mensukseskan seluruh program dan agenda pembangunan NTB.

Ajakan Gubernur TGB ini disambut positif oleh Association of The Indonesia Tours and Travel Agency (Asita) atau Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia Provinsi NTB. Ketua DPD Asita NTB Dewantoro Umbu Joka menilai, Lombok memiliki potensi dalam menggaet wisatawan untuk merasakan suasana berpuasa di sini. Asita NTB juga akan mencoba menawarkan paket khusus Ramadhan kepada wisatawan.

Kebersihan Menjadi Prioritas

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan poin penting mengenai kebersihan di destinasi, karena kebersihan itu sebagian dari iman. “Hanya saja, di level internasional tingkat kebersihan negara kita masih kalah dari negara-negara lain, pengelolaan sampah plastik kita terburuk nomor 2 di dunia,” kata Menpar.

Namun, Menpar mengaku gembira Pemprov NTB dan Asita bisa berkolaborasi memanfaatkan momen Bulan Ramadhan untuk menarik wisatawan. Menpar mengungkapkan, dari data-data menunjukkan, bahwa dari tahun ke tahun, jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) selama Ramadhan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan penurunannya mencapai 50 persen, semoga program ini dapat meningkatkan angka kunjungan wisata ke Indonesia, khususnya ke NTB.

Peluncuran Pesona Khazanah Ramadhan, juga dihadiri oleh Ketua DPRD NTB H. Umar Said, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara, dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata serta Head of Corporate Communication Martha Tilaar Group. (LI/SP/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.