Praya, LombokInsider.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengembang dan pengelola kawasan pariwisata the Nusa Dua, Bali dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika atau the Mandalika, Lombok, NTB, berkomitmen melakukan pengembangan dan pembangunan kawasan pariwisata the Mandalika, dengan tetap memperhatikan kearifan budaya dan kepentingan masyarakat.

Guna mempercepat progres pembangunan tersebut, ITDC menggelar kegiatan Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengembangan, Pembangunan dan Pengoperasian the Mandalika bertempat di D’Praya Hotel, Praya, NTB. Acara ini dibuka oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer, yang didampingi oleh Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan dan Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan.

Acara Sosialisasi dan Rakornis ini dihadiri sejumlah pihak yang mewakili unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah (Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah), lembaga keuangan, lembaga non pemerintah, komunitas, dan pengusaha dalam kawasan.

Melalui kegiatan Sosialisasi dan Rakornis ini diharapkan para pemangku kepentingan (stakeholders) yang menjadi peserta akan mendapatkan gambaran yang utuh mengenai progres, arah dan strategi pengembangan the Mandalika. Selain itu diharapkan akan diperoleh informasi dan solusi untuk penyusunan strategi pengembangan the Mandalika yang komprehensif, sehingga tidak terjadi ketimpangan dan tumpang tindih antara program yang dkembangkan oleh ITDC dengan program yang dilakukan oleh Pemerintah setempat maupun stakeholders lainnya.

“Kami berharap melalui kegiatan ini terbangun koordinasi dan harmonisasi antara program kami, sebagai pihak yang dipercaya oleh negara untuk mengembangkan the Mandalika, dengan program atau perencanaan stakeholders di KEK Mandalika,” kata Direktur Utama Abdulbar M. Mansoer.

Kegiatan diharapkan dapat merumuskan isu strategis, peluang dan tantangan pengembangan the Mandalika sebagai pusat pertumbuhan dan pusat investasi di NTB pada umumnya dan Lombok pada khususnya. Selain itu, dapat dirumuskan kebutuhan pengembangan infrastruktur dan penguatan konektivitas pengembangan di dalam kawasan the Mandalika dengan program pengembangan di sekitar The Mandalika sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi NTB

Pada kegiatan ini, Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan menyampaikan rencana pengembangan dan pembangunan the Mandalika dengan segala keunggulan dan diferensiasi kawasan guna mewujudkan sebuah destinasi pariwisata kelas dunia. Sedangkan Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan menyampaikan progres pembangunan di the Mandalika serta rencana pengoperasian area-area yang telah terbangun.

Sampai saat ini progres pembangunan di the Mandalika mencapai antara lain terbangunnya jalan dalam kawasan sepanjang 11 km, Masjid Nurul Bilad berkapasitas 4000 orang (termasuk selasar dan ruang luar), dan area Kuta Beach Park the Mandalika yang telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang dengan standar internasional. Dalam waktu dekat akan mulai dibangun kawasan UMKM dengan nama Bazar Mandalika berkapasitas 330 Lot yang diperuntukkan untuk usaha restoran, cenderamata, dan usaha skala kecil dan menengah lainnya.

Abdulbar M. Mansoer menjelaskan, pembangunan infrastruktur akan menimbulkan ekspansi ekonomi melalui efek multiplier, sementara ekspansi ekonomi akan menimbulkan kebutuhan untuk memperluas infrastruktur yang ada, untuk menyerap makin besarnya aliran barang dan orang yang beredar atau bersirkulasi di seluruh perekonomian.

The Mandalika merupakan satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas yang ditargetkan pemerintah akan menjadi lokomotif pembangunan pariwisata nasional di masa depan sejalan dengan upaya pemerintah mendorong sektor pariwisata menjadi sumber devisa utama negara. Sebagai sebuah proyek strategis nasional, pembangunan the Mandalika memiliki peran strategis dalam peningkatan ekonomi nasional dan daerah.

“Kami berharap melalui Rakornis ini dapat terjalin dialog positif antara ITDC dan stakeholders, sehingga semua pihak dapat bersinergi dalam membangun the Mandalika dan kawasan sekitarnya. Sinkronisasi strategi pengembangan ini diperlukan dalam mendorong percepatan pembangunan the Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, yang mampu meningkatkan daya tarik investasi, dimana pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Abdulbar M. Mansoer. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com