Home Destination News Penerapan Prokes dan Kampung Sehat Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Lombok

Penerapan Prokes dan Kampung Sehat Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Lombok

0
SHARE
Penerapan Prokes dan Kampung Sehat Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Lombok
2 Orang tamu yang berkunjung ke Dusun Sade, mematuhi Protokol Kesehatan.

Praya, LombokInsider.com – Satu lagi tempat wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang termotivasi dengan Kampung Sehat 2, yaitu Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Sanah kepada media, Kamis (18/3/21) menjelaskan bahwa, Kampung Adat Sade, menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai langkah memulihkan kondisi tempat wisata ditengah Pandemi Covid-19 ini.

“Penerapan protokol yang ketat pada program kampung sehat 2 ini, merupakan salah satu upaya kami untuk memikat kembali para pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Sanah.

Dikatakan Sanah, sebelum pandemi Kampung Adat Sasak Sade biasa dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara dapat mencapai 2.000 pengunjung setiap harinya, namun setelah Covid-19 mewabah dijagat raya, pengunjung ditempat wisata ini menyusut total.

Menurutnya, melalui program Lomba Kampung Sehat dengan mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat serta disiplin protokol kesehatan dipercaya mampu memikat pengunjung atau wisatawan untuk datang kembali.

Senada dengan Sanah, seorang pemandu wisata Abdul Rahim yang ditemui media saat mengantar tamu ketempat tersebut mengatakan bahwa, setelah protokol kesehatan diperketat di setiap tempat wisata dan kampung sehat di gelar, beberapa tempat wisata di Lombok mulai hidup

Baca juga:  Fokus pada Protokol Kesehatan, GenPI LS Siap Dukung Promosi Wisata NTB

“Saya mengakui bahwa setelah diketatkannya protokol kesehatan disetiap tempat wisata, terlebih di Sade ini pengunjung mulai ada, walaupun tidak seramai sebelum pandemi,” jelasnya

Dikatakan Rahim, banyak wisatawan yang menanyakan protokol kesehatan untuk tempat yang akan mereka kunjungi.

“Rata-rata tamu yang saya antar pasti menanyakan protokol kesehatan ditempat wisata yang dituju, ini sebabnya saya mengatakan bahwa pengetatan protokol kesehatan ini berdampak positif bagi tempat wisata, sebab tidak membuat ragu wisatawan yang akan datang,” pungkasnya. (LI/polda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.