Home Destination News Pariwisata Sekotong Terkendala Sampah dan Tambang

Pariwisata Sekotong Terkendala Sampah dan Tambang

0
SHARE
Pariwisata di Sekotong Terkendala Sampah dan Tambang
Pertemuan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid dengan pemilik (owner) hotel dan restoran se-Lobar di kediaman Wakil Bupati Lobar Hj. Sumiatun, Ahad (22/11).

Giri Menang, LombokInsider.com – Pada pertemuan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid dengan pemilik (owner) hotel dan restoran se-Lobar di kediaman Wakil Bupati Lobar Hj. Sumiatun, Ahad (22/11).

Sebagian besar pelaku usaha tersebut keluhkan sampah dan tambang. Pertemuan ini merupakan ketiga kalinya setelah sebelumnya dilakukan di wilayah Senggigi tepatnya di Puri Mas dan Holiday Inn.

Lesiano, salah satu owner hotel di Sekotong menyebut di Sekotong industri pariwisata bagus sekali yang bisa mendatangkan uang, namun ia masih mengeluhkan sampah.

“Ketika ada tamu saya dari bandara kemudian jalan sampai ke hotel saya, mereka lihat sampah saja kiri kanan, dan di selokan itu tidak bagus,” keluhnya.

Pria yang menyebut dirinya sudah dua puluh tahun di Lombok itu menyebut setiap tahun terjadi kerusakan, lebih parah lagi katanya laut hancur, karang hancur, pohon ditebang.

“Ini harus kita jaga bersama karena itu yang dicari turis. Turis datang ke sini untuk melihat keindahan laut dan pantainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan yang indah dan bersih, karena jika itu habis maka turis pun habis.

Hal senada disampaikan Budi, koordinator Boatman Sekotong. Dia menyayangkan adanya sampah di mana-mana.

“Kami berharap ke depan ketika mau menjual destinasi namun kita kontradiksi dengan cleanliness (kebersihan, red) maka kita sia sia,” ujarnya.

Terlebih lagi, katanya, masih maraknya tambang. “Di sisi lain kita begitu berkiat dengan tourism yang maju di Sekotong,” katanya menyebut sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan calon investor yang akan berinvestasi ke Sekotong.

“Kira-kira kebijakan Pemda untuk Sekotong itu apa? Mau menjadikan Sekotong ini mining (tambang, red) atau tourism (wisata, red). Karena itu juga menjadi pertanyaan yang tidak bisa saya jawab ketika tamu saya datang,” keluhnya.

Baca juga:  Destinasi Wisata di NTB, Meraup Rupiah Menuai Sampah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.