Home Destination News Miliki Banyak Potensi, Wagub Resmikan Bonjeruk Menjadi Desa Wisata

Miliki Banyak Potensi, Wagub Resmikan Bonjeruk Menjadi Desa Wisata

0
SHARE
Miliki Banyak Potensi, Wagub Resmikan Bonjeruk Menjadi Desa Wisata
Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah yang berbasis lingkungan dan budaya hari ini, Selasa (26/11) diresmikan oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan kepada Kepala Desa Bonjeruk.

Praya, LombokInsider.com – Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah yang berbasis lingkungan dan budaya hari ini, Selasa (26/11) diresmikan oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bantuan kepada Kepala Desa Bonjeruk.

Wakil Gubernur dalam sambutannya mengatakan kunci untuk maju adalah kekompakan, bersinergi dan bergotong royong setiap elemen di desa. Baik Kepala Dusun maupun Kepala Desa serta penggiat-penggiat Pokdarwis.

Menurut Wagub, keberhasilan sebuah desa adalah mengajak anak-anak muda desa berpikir untuk membangun desa menggunakan ilmu yang dimiliki sehingga desa tersebut akan maju ke depannya.

“Karena di zaman sekarang ini, kalau ingin maju bukan hanya sekedar bermodal indah saja, tetapi apakah kita bisa mengangkat keunikan yang kita punya dan bisa memanfaatkan informasi dan teknologi. Agar Desa Wisata Bonjeruk yang sudah indah ini bisa dikenal dan semua aspek yang ada di dalamnya harus dimaksimalkan,” ungkap Wagub.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi tersebut juga mengingatkan kepada Kepala Desa untuk segera menyediakan Bank Sampah.

Baca juga:  4 Pelari Pecahkan Rekor Baru Rinjani 100, Kategori 36 dan 27 kilometer

Sebab, kemajuan sebuah Desa Wisata dapat dilihat dari kebersihannya dan tata kelola dari desa tersebut. Oleh karenanya, dua aspek tersebut harus ditingkatkan agar lebih profesional dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang ada.

“Mengedukasi masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah plastik, beling, kertas dikelola dan dijual ke Bank Sampah, sisa makanan bisa menjadi pupuk organik dan dapat menghasilkan uang,” jelas Ummi Rohmi.

Pada kesempatan ini juga, Ummi Rohmi menyampaikan agar posyandunya aktif dan menjadi posyandu keluarga. Posyandu Keluarga sendiri bukan hanya untuk melayani bayi dan ibu hamil saja tetapi melayani lansia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.