Home Destination News MICE Menggeliat, Kadis Parekraf NTB: WFL Sudah Dimulai

MICE Menggeliat, Kadis Parekraf NTB: WFL Sudah Dimulai

0
SHARE
MICE Menggeliat, Kadisparekraf NTB: WFL Sudah Dimulai
Yusron Hadi.

Mataram, LombokInsider.comWork form Lombok (WFL) bukan lagi sekedar wacana, karena beberapa kementrian telah melakukan rapat dan pertemuan di Mataram, Lombok seminggu kemarin.

“WFL sudah dimulai melalui Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), Kemensos dan Kemenkop UMKM telah melakukan rapat-rapat dan kegiatan di Mataram dalam beberapa hari ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf NTB, Yusron Hadi di Mataram, Jumat (11/6/21) lalu.

Bahkan di hari yang sama, Kadispar berangkat ke Bima, untuk mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekraf, Sandiaga Uno, yang datang untuk mengunjungi spot olah raga berkuda dan Desa Wisata Mari, Bima.

“Kedatangan Menparekraf ini semoga terus bisa menghidupkan kembali giat wisata Lombok-Sumbawa (NTB),” Yusron menambahkan.

Lebih lanjut Kadispar menjelaskan bahwa NTB sangat kaya sekali dengan spot-spot menarik dan exotic untuk dikunjungi. Karakter destinasi Lombok dengan Sumbawa yang dibentuk oleh ragam landscape, sosial budaya yang berbeda memberi varian berwisata yang tak ada habisnya.

Saat di Lombok, kita bisa mendapatkan pantai yang memesona, alam pegunungan yang sejuk, ragam budaya dan tentu saja area spot tourism yang menantang.

Baca juga:  Pemilihan Ketua Baru, Asosiasi Hotel Mataram (AHM) periode 2017-2019

Sementara di belahan timur atau di Pulau Sumbawa, kita menemukan tempat yang kuat untuk wisata adventure alam hutan pegunungan, deburan ombak pantai yang disukai para peselancar dengan suguhan budaya yang amat beda dengan Lombok.

“Kehadiran Menparekraf semoga terus menguatkan sektor wisata lombok-sumbawa. Kami mengharapkan support terkait 1). Penataan estetika destinasi, fasilitas jalan dalam kawasan dan toilet berstandar sehat dan bersih. 2). Penambahan penerbangan ke Bima atau mungkin saja membangun bandara perintis di Dompu, agar akses menuju Tambora, Moyo dan Lakey sebagai destinasi utama di bagian timur bisa lebih baik, karena untuk menuju lokasi tersebut butuh 7 jam dari Bandara Bima atau 12 jam dari Sumbawa. 3). Penguatan industri Ekraf. 4). Dukungan festival-festival supaya masuk kembali dalam Kalender event nasional,” jelas mantan Kadis Kelautan dan Perikanan NTB ini.

Rencananya, Menparekraf akan berkunjung ke Spot Pacuan Kuda Panda, Desa Wisata Maria di Wawo dan melakukan dialog bersama Bupati/Walikota serta pegiat wisata sepulau Sumbawa. (LI/aa)

Baca juga:  Jamnas IMI 2019 di NTB, Gubernur: Tepat untuk Sambut MotoGP dan F1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.