Home Destination News Mengintip Potensi Wisata Gunung Panas dan Peluang Menjadi Ekowisata

Mengintip Potensi Wisata Gunung Panas dan Peluang Menjadi Ekowisata

0
SHARE
Mengintip Potensi Wisata Gunung Panas dan Peluang Menjadi Ekowisata
Gunung Panas menyimpan potensi wisata yang layak dikembangkan

Giri Menang, LombokInsider.com – Nama Gunung Panas mungkin terasa asing ditelinga pembaca, namun tidak demikian bagi warga Dusun Timbal, Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Gunung Panas adalah ikon keindahan di wilayah tersebut.

Gunung Panas merupakan sebuah tempat berupa perbukitan yang dilalui oleh aliran sungai dengan debit air yang cukup besar terutama dimusim hujan.

Aliran sungai tersebut membelah perbukitan hijau yang masih asri. Inilah yang memungkinkan sungai ini mempunyai arus yang cukup besar. Air hujan dari pegunungan yang mengelilinganya mengalir menuju satu tempat ke jalur sungai.

Aliran sungai tersebut mengikis bebatuan dan tanah membentuk kolam-kolam alami dengan keunikan masing-masing.

aliran sungai gunung panas
Aliran sungai dikawasan Gunung Panas

Selain itu terdapat air terjun alami yang jatuh  langsung ke sungai. Air terjun tersebut berasal dari  perbukitan yang di tumbuhi bambu duri (Bambusa Blumeana) — jenis bambu yang mempunyai batang yang keras dan berduri.

Melihat potensi wisata yang dimiliki oleh Gunung Panas, warga sekitar ingin mengembangkan wisata berbasis alam, atau yang biasa disebut dengan ekowisata. Dengan adanya wisata tersebut diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Seperti yang di sampaikan oleh Tokoh Pemuda Dusun Timbal, Muhammad Ali kepada LombokInsider beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Warganet Respon Positif Pemberlakuan Denda Warga Yang Tak Pakai Masker

“Kami ingin mengembangkan tempat ini sebagai tujuan wisata agar perekonomian masyarakat terbantu,” tuturnya.

Menanggapi usulan Gunung Panas dijadikan obyek wisata alam, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Mawardi menyambut baik usulan tersebut. Ia meminta warga merintis sendiri pariwisata di daerahnya, sehinga ketika sudah berjalan, pemerintah akan membantu mengembangkannya.

“Harus dimulai oleh warga terlebih dahulu, karena pemerintah biasanya menyusul. Kalau wisatanya berkembang, maka pemerintah akan turun tangan (membantu),” jelasnya.

air terjun alami
Air terjun alami yang berasal dari ekosistem yang masih terjaga

Lebih lanjut, Ia memberikan arahan agar membangun pariwisata dengan memperhatikan konsep  3A, accessibility, amenity, dan attraction.

“Dalam mengembangkan pariwisata tidak lepas dari konsep 3A, accessibilty, amenity dan attraction. Accessibilty atau aksesibilitas yaitu jalan menuju ke lokasi. Jalan menuju lokasi harus ada dan mendapatkan izin dari dari pemilik tanah agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Amenity, atau amenitas yaitu sarana prasarana, terutama toilet. Attraction, atau atraksi yaitu, daya tarik dari wisata itu sendiri, misalnya disana terdapat ayunan (yang bisa digunakan oleh pengunjung, red.),” paparnya.

Baca juga:  Pekenan Dayan Gunung, Bangkitnya Pariwisata 3 Gili

Anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Lombok Barat tersebut meminta agar mengajak sejumlah anggota HPI berkunjung ke lokasi agar mendapatkan masukan cara menciptakan destinasi wisata baru.

“Silahkan ajak beberapa anggota HPI untuk meninjau agar mendapatkan masukan dari mereka,” pintanya.

Mewakili dinas pariwisata dan sebagai pelaku wisata, Ia juga berharap bisa berkunjung ke Gunung Panas untuk melihat potensi wisata yang dimaksud.

“Insya Allah, saya akan ikut juga,” harapnya, saat dihubungi di ruang kerjanya, Senin (1/3/21).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.