Home Destination News Mantap, Lombok Kembali Terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Indonesia

Mantap, Lombok Kembali Terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Indonesia

52
0
SHARE

Jakarta, LombokInsider.com – Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali terpilih sebagai destinasi wisata halal (halal tourism) terbaik di Indonesia dengan nilai skor tertinggi mencapai 70 mengungguli 10 destinasi lain di Tanah Air.

Muslim Travel Index (IMTI) 2019 dalam laporannya
menyebutkan, 10 destinasi wisata halal unggulan Indonesia (Lombok, Aceh, Riau
dan Kepulauan Riau, Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa
Tengah, Jawa Timur (Malang) dan sekitarnya, Sulawesi Selatan dan sekitarnya mempunyai
nilai rata-rata sebesar 55, tertinggi skor 70 dicapai destinasi Lombok,
sedangkan skor terendah 33 diperoleh destinasi Sulawesi Selatan (Makassar dan
sekitarnya).

“Hasil IMTI 2019 menunjukkan terjadinya peningkatan skor di
10 destinasi wisata unggulan Indonesia,” kata Fazal Bahardeen CEO
CrescentRating dan HalalTrip ketika menyampaikan report IMTI 2019 di Lobby
Lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat
siang (8/4).

Sementara itu pada IMTI 2018, 10 destinasi unggulan
mencatatkan skor tertinggi 58 yang diperoleh Lombok dan terendah destinasi
Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya) sebesar 30.

Fazal Bahardeen saat mengumumkan hal itu didampingi Deputi
Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani,
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata yang juga sebagai Ketua Tim
Percepatan Wisata Halal Anang Sutono, Pengarah Tim Percepatan Wisata Halal
Riyanto Sofyan dan Direktur Mastercard Indonesia Tommy Singgih. Ia juga
menjelaskan, IMTI 2019 mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI)
yang mengadopsi 4 kriteria meliputi; Access, Communication, Environment dan
Services (ACES).

“Masing-masing kriteria terdiri dari tiga komponen; untuk
Access terdiri atas; visa requirements, air connectivity, transport
infrastructure; Communication (outreach, ease of communication, dan digital
presence);  Environment (safety and
culture, visitor arrivals, dan enabling climate). Sedangkan komponen Services
terdiri dari core needs (halal food and prayers); core services (hotels,
airports) dan unique experiences,” katanya.

Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, Indonesia sebagai pemain
global halal tourism harus menggunakan standar global yang untuk wisata halal
mengacu pada GMTI.

“Menteri Pariwisata menargetkan, Indonesia tahun ini menjadi
ranking 1 sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia versi GMTI,” kata Ni
Wayan Giri Adnyani.

Ia mengatakan, untuk kunjungan wisatawan mancanegara
(wisman) halal tourism tahun ini ditargetkan mencapai 5 juta wisman atau 25%
dari target 20 juta wisman.

Pengarah Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan
mengatakan, Kemenpar menggandeng Mastercard dan CrescentRating untuk membuat
standar penilaian kinerja wisata halal Indonesia atau Indonesia Muslim Travel
Index (IMTI) dengan mengacu pada standar global GMTI dimulai pada 2015.

“Pembentukan IMTI dimulai pada 2018, sedangkan IMTI 2019 ini
merupakan tahun kedua dalam menerapkan standar global GMTI untuk menilai
kinerja destinasi pariwisata halal unggulan di Indonesia,” katanya.

Penghargaan akan diberikan kepada 10 destinasi wisata halal
unggulan IMTI 2019 yang digelar dalam acara Wonderful Indonesia Halal Tourism
Meeting and Conference 2019 yang berlangsung di Bidakara Hotel Jakarta, Selasa
siang (9/4).

IMTI 2018 telah ditetapkan 10 destinasi
wisata halal unggulan sebagai ranking 1 dengan skor penilaian tertinggi 58
diperoleh Lombok, kemudian disusul Aceh skor 57, Jakarta skor 56, Sumatara
Barat skor 55, Jawa Barat dan Yogyakarta masing-masing skor 51, Riau dan
Kepulauan Riau skor 50, Jawa Timur (Malang area) skor 48 dan ranking kesepuluh
adalah Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya) dengan skor 30. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.