Home Destination News Mandalika Jadi Destinasi Super Prioritas, Wagub Paparkan Potensi Pariwisata NTB

Mandalika Jadi Destinasi Super Prioritas, Wagub Paparkan Potensi Pariwisata NTB

136
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Sektor pariwisata menjadi salah satu unggulan yang dimiliki oleh
Provinsi Nusa Tenggara Barat. Alamnya yang indah, terbentang dari ujung Ampenan
sampai ujung Sape menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara
untuk datang menikmatinya. Berbagai even berskala nasional maupun internasional
kerap kali dilaksanakan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Kementerian Pariwisata juga telah memasukkan Mandalika Lombok, sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional yang diistilakan dengan 10 Bali Baru. Dari 10 destinasi prioritas ini, diturunkan kembali menjadi 5 destinasi yang disebut sebagai destinasi Super Prioritas. Mandalika termasuk juga di dalamnya. Dengan demikian, pesona pariwisata di Bumi Gora ini nantinya akan semakin memanjakan para wisatawan.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah
mendapatkan kesempatan memaparkan potensi pariwisata NTB di hadapan ratusan
peserta Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019. Dalam paparannya dijelaskan,
Mandalika yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas
nasional saat ini terus bergerak menyelesaikan dan melengkapi berbagai
infrastruktur serta fasilitas penunjang lainnya. Terlebih, Mandalika akan
menjadi lokasi balap motor paling bergengsi di dunia: MotoGP pada tahun 2021.

“Salah satu infrastruktur yang saat ini terus dikebut
pengerjaannya yaitu Sirkuit Mandalika. Hal ini mengingat, sirkuit Mandalika
nantinya akan digunakan sebagai lokasi perhelatan MotoGP 2021,” jelas
Wagub pada Rabu (11/9) di Ballroom Swiss Hotel PIK Avenue Jakarta.

Sejumlah usaha yang dilakukan oleh pemerintah baik
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mensukseskan pembangunan
Mandalika ini, lanjut Wagub Rohmi, yaitu penambahan kapasitas bandara
internasional Zainuddin Abdul Madjid, penyediaan infrastruktur ICT, penyediaan
sarana dan kesiapsiagaan mitigasi bencana, manajemen galian C dan standar
galian, pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja terampil, peningkatan kualitas
akomodasi, atraksi, dan pelayanan wisata serta manajemen transportasi.

“Sirkuit Mandalika memiliki panjang lintasan 4,32 Km
dengan 93,2 ribu kursi serta area terbuka untuk 138,7 ribu penonton. Sementara
itu, bypass yang akan dibangun dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul
Madjid sampai ke Mandalika sepanjang 17 Km yang ditargetkan rampung pada akhir
tahun 2020. Pelabuhan Gili Mas Sekotong juga telah siap beroperasi mulai awal
tahun 2020,” paparnya.

Selain Mandalika, Wagub yang juga ketua BKOW NTB ini
memaparkan tentang dua cagar biosfer dunia yang dimiliki NTB yaitu Rinjani dan
SAMOTA.

“Ditetapkannya Rinjani dan SAMOTA sebagai cagar biosfer
dunia oleh UNESCO, maka keharusan bagi kami di NTB untuk sungguh-sungguh
memperhatikan lingkungan,” tegasnya.

Kami di NTB, lanjut Wagub, menjadikan kebersihan itu menjadi
program prioritas melalui program Zero Waste.

“Program Zero Waste ini kami betul-betul masifkan di
NTB. Karena kami sadar betul bahwa penanganan sampah ini menjadi sangat krusial
dan sangan penting didalam membangun Lombok dan Sumbawa,” jelasnya.

Desa-desa di NTB juga, lanjut Wagub Rohmi kita dorong untuk
membentuk bank sampah. Terlebih, di 100 desa wisata prioritas yang telah
ditentukan.

“Desa wisata yang kami bangun di NTB dibagi kedalam 6
kategori yaitu 9 desa wisata Ekraf, 14 desa wisata budaya, 24 desa wisata alam,
18 desa wisata agro, dan 34 desa wisata bahari,” sebutnya.

Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019 yang berlangsung dari
10-11 September 2019 ini mengangkat tema “Pengembangan 5 (lima) Destinasi
Pariwisata Super Prioritas. Hadir membuka Rakornas adalah Menteri Pariwisata RI
Bapak Arif Yahya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.