Home Lombok Pengalaman Wisata Unik Menyusuri Pasar Kebon Roek di Mataram

Pengalaman Wisata Unik Menyusuri Pasar Kebon Roek di Mataram

0
SHARE
Pasar Kebon Roek, Kota Mataram
Pasar Kebon Roek, Kota Mataram

Mataram, Lombokinsider.com – Bagi daerah-daerah wisata, tidak hanya mall-mall modern, pasar tradisional pun menjadi daya tarik wisatawan. Apalagi bagi wisawatan dari perkotaan yang jarang berkesempatan melihat suasana pasar tradisional. Kota Perth di Australia Barat misalnya, memiliki Perth Home Grown Markets dan Fremantle Traditional Market yang banyak dikunnjungi wisatawan. Nah, Kota Mataram memiliki Pasar Kebon Roek yang menarik untuk dikunjungi.

Pasar Kebon Roek terletak di Jl. Adi Sucipto, Ampenan, di ujung barat laut Kota Mataram. Pasar semi modern ini menampung ribuan pedagang dan dibanjiri puluhan ribu pembeli setiap hari. Berbagai kebutuhan pokok dari sayuran, buah, bumbu, ayam, daging, telur, sembako dan kebutuhan pokok dapur lainnya lengkap tersedia di sini. Pedagang dikelompokkan di lapak-lapak sesuai dengan jenis jualannya.

Baca juga: #AyoKembaliKeSenggigi Jadi Tema Utama Lombok Tourism Corner

SEGAR. Ibu Aen, penjual buah segar di Pasar Kebon Roek.
SEGAR. Ibu Aen, penjual buah segar di Pasar Kebon Roek.

Didominasi Ibu-ibu

Pasar Kebon Roek ini seperti kerajaan bisnis para wanita karena kebanyakan pedagangnya adalah wanita. Atik Sungkar, misalnya, berjualan kebutuhan pokok. Wanita yang sudah 35 tahun berjualan di pasar ini, menjual ratusan macam bahan pangan melayani pebisnis katering.

Baca juga:  Lagi, Seorang Pasien PDP Meninggal di Kota Mataram

“Setiap hari dari jam 06:30 pagi saya mulai jualan, tutup sekitar jam 18:00 sore, dibantu oleh dua anak saya bergantian dengan nilai penjualan sekitar Rp5 juta setiap hari,” kisah ibu tujuh anak ini.

Sedangkan Hj. Fadlia sudah berjualan daging sapi selama 22 tahun di Pasar Kebon Roek ini.

Baca juga: Kemenparekraf Gali Potensi Kopi Lokal di Destinasi Wisata NTB

“Kami awalnya membantu ibu jualan daging, setelah ibu meninggal kami berlima melanjutkan usaha ini. Kami berjualan hanya sampai jam 12 siang. Rata-rata kami bisa menjual daging 70kg/hari dengan omzet mencapai Rp12juta/hari dengan pelanggan kebanyakan penjual bakso,” kata Hj. Fadlia.

DAGING. Hj. Fadlia dan adiknya berdagang daging sapi.
DAGING. Hj. Fadlia dan adiknya berdagang daging sapi.

Di sudut lainnya, Mila adalah pedagang ayam potong selama 20 tahun. Mila mulai berjualan sekitar jam 08:00 pagi karena masih harus mengurus keluarga sebelum berdagang ke pasar. Menurut Mila, dalam sehari rata-rata bisa menjual 200 ekor ayam potong dengan omzet mencapai Rp13juta.

“Pelanggan saya kebanyakan para ibu rumah tangga, pedagang mi ayam, kateringan, dari Gili dan Senggigi juga restoran Bebek Quali di Sayang-sayang,” kata Mila bangga.

Baca juga:  Lombok Sukses Gelar Kejuaraan Balap Sepeda GFNY Indonesia 2016

Baca juga: Tim Ekspedisi Nusra Bhakti untuk Negeri Siap Eksplorasi Pariwisata NTB

Lokasi Pasar Kebon Roek yang strategis dan tidak jauh dengan kawasan wisata Senggigi, dan mudah dijangkau dengan kendaraan umum menjadikan pasar ini sering dikunjungi wisatawan asing.

Mereka sering terlihat berkunjung kesini untuk sekedar berfoto dan melihat hiruk pikuk keramaian pasar dan keindahan pelbagai barang dagangan yang berwarna-warni. Tentu saja dengan segala keriuhan suara pedagang dan pembeli tawar menawar; juga bau khas pasar tradisional. Sebuah pengalaman wisata yang unik.

 

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

Save

Save

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.