MENAWAN. Pemandangan alam yang menawan bisa dilihat dari puncak Pusuk. (Foto: Dyo)

MENAWAN. Pemandangan alam yang menawan dari puncak Pusuk merupakan salah satu daya tarik selain makanan minuman khas dan juga bermain-main dengan monyet. (Foto: Dyo)

 

LombokInsider.com – Tempat tertinggi selalu menawarkan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk. Itulah yang dicari oleh wisatawan yang mengunjungi Pusuk Pass di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Namun, ada lagi daya tarik Pusuk yakni makanan dan tentu saja monyet.

Pusuk Pass terletak di puncak bukit yang ditandai dengan sebuah gapura perbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara. Elevasi di tempat tertinggi di Pusuk adalah 400 meter di atas permukaan air laut dengan suhu yang lebih sejuk dibanding Kota Mataram yang biasanya bersuhu 32 derajat Celsius.

Inaq Aisyah, pedagang di Pusuk sedang melayani pembeli.

Inaq Aisyah, pedagang di Pusuk sedang melayani pembeli.

Pusuk berjarak sekitar 15 km dari Kota Mataram dan terhubung dengan jalan aspal yang bagus dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Bila bersepeda untuk pemula, tempat ini bisa dicapai dalam waktu sekitar satu jam lebih dengan tanjakan-tanjakan yang cukup menantang.

Pemandangan indah yang bisa dinikmati di pusuk adalah hutan yang masih terlindungi dengan pohon-pohon besar dan tinggi serta rapat. Di sisi timur jalan juga ada sungai besar dengan batu-batu besar serta air yang deras. Dari puncak Pusuk juga bisa dilihat pemandangan lembah di bawahnya serta laut dan pantai ke arah barat laut. Jalan yang berkelok juga menawarkan pemandangan yang menawan.

Inaq Aisyah

Seiring dengan banyaknya pengunjung dan pejalan yang singgah, puluhan warung pun dibuka di sepanjang jalan. Kebanyakan mereka menjual makanan, minuman dan buah. Jajanan khas yang dijual di Pusuk adalah kue bantal, yakni beras ketan yang dibungkus dalam daun kelapa muda dengan bumbu parutan kelapa. Sedangkan minuman yang khas adalah air nira manis yang disadap di sekitar hutan Pusuk.

Inaq Aisyah, 74 tahun, adalah perintis pedagang di Pusuk. Wanita ini telah 20 tahun berjualan di sana. “Saya diberikan pesan oleh Mamiq Mujitahid (bupati pertama Lombok Barat, red) untuk menjaga tempat ini,” aku Inaq Aisyah, ibu 10 anak, 6 meninggal.

Inaq Aisyah berjualan dari pagi hingga petang. Dagangannya beragam dari makanan olahan, makanan pabrikan, buah hingga kopi instan. Sehari Inaq Aisyah bisa meraup untung sebanyak Rp200.000.

Tak hanya pedagang yang meraup rejeki di Pusuk. Para tukang parkir pun mendapatkan berkah di sana. Imin, tukang parkir, rata-rata mengumpulkan uang Rp100.000 per hari dari mengatur parkir kendaraan di Pusuk. “Kalau ramai bisa lebih,” kata Imin.

RAMAH. Sekumpulan monyet di pinggir jalan Pusuk. (Foto: Dyo)

RAMAH. Sekumpulan monyet di pinggir jalan Pusuk. (Foto: Dyo)

Memberi Makan Monyet

Daya tarik Pusuk lainnya yang sering dipromosikan dalam brosur-brosur wisata adalah monyet liar. Di sepanjang jalan bagian utara Pusuk bisa dijumpai ratusan monyet dalam kelompok-kelompok kecil, mungkin sesuai dengan wilayah kekuasaan masing-masing koloni. Monyet-monyet ini umumnya tidak agresif dan sudah biasa berinteraksi dengan manusia.

Banyak wisatawan yang sengaja berhenti di Pusuk dan memberi makan monyet dengan kacang atau makanan lainnya. Tentu saja kemudian mengabadikannya dengan kamera mereka untuk menjadi kenangan yang unik dan bahan cerita menarik sepulang wisata mereka di Lombok. Namun, pengunjung disarankan untuk tetap berhati-hati saat bermain bersama monyet karena kadang beberapa monyet menjadi agresif dan menyerang atau mengambil barang pengunjung.

Bila Anda merencanakan kunjungan ke Lombok, jangan lupa untuk meluangkan waktu barang beberapa jam untuk mengunjungi Pusuk dan nikmati keindahan alam, kesejukan udara, kopi yang mantap, atau air nira yang manis sambil mengunyah kue bantal atau gorengan, dan tentu saja bermain-main dengan monyet. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono