Home Destination News Lombok Sumbawa Sudah Cantik, Gubernur Zul: Promosi Wisata Tak Perlu Ribet

Lombok Sumbawa Sudah Cantik, Gubernur Zul: Promosi Wisata Tak Perlu Ribet

0
SHARE
KEK Mandalika Akan Jadi Pusat Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional
RAMAI. Keindahan The Mandalika saat ini semakin dikenal.

Mataram, LombokInsider.com – Pulau Lombok dan Sumbawa memiliki kecantikan dan daya tarik wisata alami. Tak perlu banyak dipoles, wisatawan sudah tentu akan langsung jatuh hati dengan kecantikan dan kekayaan alam, adat, dan budayanya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam hal ini bersama Dinas Pariwisata NTB dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB diminta untuk mempromosikan wisata NTB dengan cara yang lebih simple, segar, dan lebih milenial.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat saat mengikuti Rapat Koordinasi Pariwisata, secara daring di Pendopo Gubernur pada Jum’at 2 Juli 2021.

“Apa kunci promosi wisata kita? Jawaban sederhana dikemas bukan dengan manipulasi karna kita sudah cantik apa adanya,” jelas Bang Zul, sapaan akrab Gubernur.

Bang Zul juga menghimbau Dispar dan BPPD NTB bisa lebih dekat dengan Pelaku Wisata, seperti Hotel Bintang 4 atau 5 ke atas untuk tahu permasalahan real yang tengah dihadapi.

Sehingga Pemprov bisa membantu menuntaskan permasalahan tersebut. Melalui pelaku wisata, Pemprov bisa banyak belajar untuk memajukan pariwisata, tegas Gubernur.

Baca juga:  Milad Kampus UMMAT ke-41, Ini Pesan Gubernur Bang Zul

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, memaparkan Kebijakan Program Dinas Pariwisata NTB, di antaranya menetapkan daerah wisata yang merupakan Zona Hijau bagi Wisatawan.

Dengan diikuti CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) dan Vaksin pada pelaku pariwisata restoran dan hotel dengan diperkuat adanya Peraturan Gubernur terkait hal tersebut. Selain itu ada Hotel untuk Isolasi, RS untuk Rapid Test dan Insentif untuk Pelaku Wisata.

“Hal tersebut disusul dengan Penataan Kawasan Wisata, perbaikan dan pembangunan Fasum. Serta estetika dan kebersihan destinasi wisata diperhatikan,” jelas Kadis.

Sementara itu, memoles even-even yang ada juga disebut Yusron menjadi pertimbangan. Seperti, meningkatan kualitas even, ekraf masuk hotel dan destinasi wisata, membuat ekraf day, pembangunan panggung kreasi.

Serta, publikasi dan pemasaran pariwisata akan dikembangkan melalui sosial media, famtrip, kerjasama media, publikasi outdoor dan media gathering. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.