Home Destination News Ketua APGI: Tata Kelola Unesco Global Geopark Rinjani Perlu Rekoordinasi

Ketua APGI: Tata Kelola Unesco Global Geopark Rinjani Perlu Rekoordinasi

0
SHARE
SAMPAH. Gunung Rinjani Sebagai Bagian dari Unesco Global Geopark, Tercemar Sampah.

Mataram, LombokInsider.com – Keindahan Gunung Rinjani yang telah resmi ditetapkan sebagai bagian dari Unesco Global Geopark pada April 2018 yang lalu, tak usah diragukan lagi. Menurut Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI)-NTB, Mirzoan Ilhamdi, beberapa tahun terakhir bahkan telah ratusan ribu orang berkunjung ke Gunung Rinjani.

Menurutnya, itu semua berkat perjuangan semua pihak sehingga diraihnya predikat tersebut. Namun, persoalan pun mulai muncul. “Yang menjadi masalah lagi adalah di mana peran Geopark Rinjani dalam Pengelolaaan Kawasan Rinjani,” katannya dalam rilisnya, Sabtu (14/7).

Mencoba memecahkan polemik tersebut, Ihamdi meminta agar dilakukan rekoordinasi dalam pengambilan peran setiap pihak di kawasan Global Geopark Rinjani.

“Perlu dipertegas lagi, diatur ulang dan dikoordinasikan dalam pengambilan peran. Siapa dibagian apa memegang apa dan bertanggung jawab terhadap apa? Masih belum jelas sampai saat ini,” jelas Ilhamdi.

“Rinjani dinobatkan sebagai Global Geopark, ini prestasi yang luar biasa. Bahkan dikategorikan sebagai gunung api paling eksotis di jagat raya,” lanjutnya.

Dampak naiknya jumlah kunjungan dari tahun ke tahun meningkatkan pendapatan daerah bukan pajak, selain itu Ilhamdi juga menilai bahwa peningkatan pendaki memiliki efek sosial yang sangat signifikan.

Baca juga:  5 Destinasi Wisata Menarik di NTB, Yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

“Di antaranya terciptanya lapangan kerja dan peluang kerja di sekitar kaki Rinjani. Tetapi, sangat disayangkan belakangan ini terdengar hal buruk yang begitu memilukan,” ujar Ilhamdi.

“Akhir-akhir ini terdengar isu yang sangat tidak mengenakkan terutama tentang sampah yang semakin parah juga kisruhnya manajamen ‘Pengelolaan Kawasan Rinjani’ yang seakan ribet dan berat dituntaskan,” jelasnya.

“Sampah yang terserak dan tertumpuk di dalam kawasan Rinjani menjadi pemandangan yang sangat tidak layak dan jorok bagi pengunjung yang mendaki belakangan ini,” jelas Ilhamdi.

Lebih lanjut Ilhamdi mengatakan, timbul titik-titik rawan sampah, hal ini menyebabkan munculnya lalat, semut, tikus, monyet, babi juga ular di jalur pendakian dan areal camping.

“Selama ini kami belum melihat gerakan atau aksi Geopark dalam menuntaskan persoalan di Rinjani. Kalau hanya sebatas wacana dan bicara di panggung kehormatan banyak yang bisa. “Tapi Real Action ini jarang kita punya,” tutur Ilhamdi.

Ilhamdi mengingatkan pentingnya kelestarian alam dan kenyamanan para pendaki, “Ini sungguh menjadi ancaman bagi pengunjung di masa mendatang,” tegasnya. (LI)

Baca juga:  Selain Keindahannya, Edelweis dan Sampah Membuat Rinjani Semakin Terkenal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.