Home Destination News Kedubes Malaysia Apresiasi Pemprov NTB, Terkait Penanganan Korban Gempa di Lombok

Kedubes Malaysia Apresiasi Pemprov NTB, Terkait Penanganan Korban Gempa di Lombok

93
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Gempa Lombok berkekuatan 5,8 yang terjadi kemarin, Ahad (17/3) mengakibatkan dua wisatawan Malaysia bernama Tai Sieu Kim (56) dan Lim Sae Wah, (56) meninggal dunia tertimpa longsoran air terjun di Tiu Kelep di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jenazah Tai Sieu Kem telah dievakuasi pada Ahad (17/3), sementara jenazah Lim baru berhasil dievakuasi pada Senin (18/3) pagi

Perwakilan Kedubes Malaysia di Jakarta Abu Bakar sudah
berada di Lombok. Abu menyampaikan kejadian bencana merupakan hal yang tidak
bisa diprediksi. Abu sangat berterima kasih dan mengapresiasi pemerintah
Indonesia dan pemerintah provinsi NTB yang telah bekerja maksimal dalam
melayani wisatawan Malaysia yang menjadi korban.

“Ini bencana di luar rencana, ini kuasa Tuhan, kita
coba membantu. Responnya sangat 
cepat pemerintah (Indonesia) terutama pihak Provinsi NTB yang membantu
penginapan dan pengurusan jenazah. Saya mewakili kedubes Malaysia di Jakarta
mengucapkan terima kasih,” ujar Abu Bakar singkat.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB HL. Moh. Faozal
mengatakan, dua korban meninggal tersebut merupakan rombongan wisatawan dari
Malaysia yang berjumlah 28 orang dan telah berada di Lombok sejak dua hari lalu
dengan menginap di salah satu hotel di Pantai Senggigi, Lombok Barat.

Faozal mengatakan, pemerintah menanggung seluruh biaya
penginapan dan juga memfasilitasi kedatangan keluarga korban dan pemulangan
jenazah.

“Kedubes Malaysia sudah datang, kita siapkan hotel
gratis di Mataram. Kita tanggung semua biaya pengobatan dan pemulangan
jenazah,” ujar Faozal di Mataram, NTB, Senin (18/3).

Dalam rencana perjalanan wisata, kata Faozal, para wisatawan
Malaysia akan kembali ke Malaysia pada Senin (18/3). Namun dengan kejadian
musibah kemarin, pemerintah Indonesia akan memfasilitasi kepulangan para
wisatawan.

“Sebenarnya mereka pulang hari ini. Mereka yang mau
pulang sekarang kita fasilitasi, yang mau perpanjang pulang besok juga kita
fasilitasi,” kata Faozal.

Faozal menyampaikan, hingga saat ini masih terdapat sembilan
wisatawan Malaysia yang masih menjalani perawatan di RSUD NTB. Badan Promosi
Pariwisata Daerah (BPPD) membantu Dispar dalam menangani hal ini.

Seorang wisatawan Malaysia yang selamat, Alang Pang mengaku
bersyukur selamat dari longsoran. Kata Alang (56), dari 28 wisatawan Malaysia
dalam grupnya yang berlibur ke Lombok, enam orang di antaranya tidak ikut ke
air terjun Tiu Kelep dan berada di hotel. Ia mengaku merasakan beberapa
guncangan gempa yang cukup keras saat berada di air terjun.

“Ada beberapa kali goyang (gempa),  yang pertama kita kaget, lalu kita
lompat menghindari (longsor) kemudian muncul yang kedua, saya ingat batu itu
runtuh, kita sudah pasrah saja, syukur selamat, kalau runtuh sekali lagi, tamat
kita,” kata Alang yang masih trauma atas kejadian tersebut. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.