Home Destination News Kadis Budpar: Tete Batu Sebagai Destinasi Unggulan Wisata Halal Lombok

Kadis Budpar: Tete Batu Sebagai Destinasi Unggulan Wisata Halal Lombok

159
0
SHARE
Keindahan Alam yang Menakjubkan di Tete Batu, Kecamatan Sikur, Lotim.

Sikur, LombokInsider.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB tidak pernah berhenti untuk terus mengembangkan obyek wisata yang ada di seluruh NTB, kali ini Tete Batu menjadi target barunya, berada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Setelah sempat redup, Disbudpar mewacanakan pengembangan destinasi wisata Tete Batu sebagai salah satu kawasan wisata halal di NTB dalam waktu dekat ini. Sebagai wujud dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Lombok dan Sumbawa, khususnya pariwisata halal.

Kadis Budpa NTB, HL. Moh. Faozal Sebagai Narasumber Diskusi Pariwisata di Tete Batu, Lotim (22/10).
Kadis Budpar NTB, HL. Moh. Faozal Sebagai Narasumber Diskusi Pariwisata di Tete Batu, Lotim (22/10).

Hal ini diungkapkan oleh Kadis Budpar NTB, HL Moh. Faozal, saat tampil sebagai narasumber pada diskusi pariwisata di Wisma Soedjono, Tete Batu, Lotim. Dihadiri oleh Kepala Desa di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, termasuk para anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, juga tampak para blogger, traveler serta mereka yang aktif bersosial media yang mengikuti diskusi ini. Acara ini juga sebagai rangkaian kegiatan Socmed/Instamed Camp, yang digelar Disbudpar NTB, bekerja sama dengan para penggiat Media Social (Medsos) dan Instagram Media (Instamed) se-NTB, di Tete Batu, Sabtu (22-23/10) yang lalu.

“Wisata halal ini bukan bicara soal halal dan haram seperti dalam aturan agama Islam, melainkan bagaimana para wisatawan muslim yang berkunjung ke NTB, mereka mendapat layanan yang maksimal, baik untuk beribadah dengan menyediakan petunjuk arah kiblat, sajadah dan juga kitab suci Al Qur’an di masing-masing kamar hotel. Selain itu, keberadaan mushola di masing-masing hotel dan juga petunjuk arah masjid juga harus jelas,” ungkap Faozal. Khususnya Lombok sebagai daerah tujuan wisata halal, sekarang sedang mengkampanyekan tentang wisata halal, mulai dari makanan halal di semua hotel-hotel maupun restoran yang ada di NTB, dengan mengantongi sertifikat halal dari MUI.

Puluhan Orang Hadir pada Diskusi Pariwisata diantaranya Kepala Desa di Kecamatan Sikur, Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Setempat dan Bloger serta Traveler.
Puluhan Orang Hadir pada Diskusi Pariwisata diantaranya Kepala Desa di Kecamatan Sikur, Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Setempat dan Bloger serta Traveler.

“Dengan adanya destinasi wisata halal, maka ada pilihan bagi para wisatawan muslim untuk memilih lokasi wisata, termasuk hotel tempat mereka menginap, tentu saja destinasi wisata konvensional tetap ada. Seperti kawasan obyek wisata di Tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) yang kita re-branding menjadi Gili Indah dan Pantai Senggigi, yang memang sejak dulu telah dikenal sebagai pusat tujuan wisata konvensional,” tegas Faozal.

“Diadakannya acara social media camp jilid 2 di Tete Batu, yang merupakan kegiatan menggandeng para komunitas aktif serta banyak berjasa untuk mempromosikan pariwisata NTB melalui media sosial, harapannya akan terbentuk sinergi semua pihak untuk melakukan hal lebih besar dalam memajukan Lombok sebagai tujuan wisata, khusus mempromosikan kawasan Tete Batu, sehingga bisa kembali jaya seperti dulu serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya,” harap Kades Tete Batu Selatan ini.

Gunanto menambahkan, dengan dijadikannya obyek wisata Tete Batu sebagai kawasan wisata halal, diyakini obyek wisata yang pernah berjaya pada jamannya ini akan kembali hidup.“Pada era 90-an pariwisata Tete Batu ini paling terkenal di Lombok. Namun ketika ada kejadian di tempat lain (Bom Bali, red), para wisatawan mancanegara akhirnya jarang mendatangi kawasan yang dibangun oleh dokter pertama di Lombok Timur ini,” ujarnya.

Para Blogger, Traveler dan Pegiat Media Sosial yang Berkomitmen untuk aktif Mempromosikan Pariwisata NTB.
Para Blogger, Traveler dan Pegiat Media Sosial yang Berkomitmen untuk aktif Mempromosikan Pariwisata NTB.

“Kedepannya Disbudpar NTB akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas pariwisata Tete Batu dan sekitarnya dalam waktu dekat, menyiapkan 1.500 bibit Flamboyan untuk di tanam di Tete Batu dan sekitarnya, pada 2017 akan membangun TIC di Tete batu, menyiapkan brosur tentang Wisata Tete Batu dan pembangunan toilet umum di Kembang Kuning, serta bagaimana mengembalikan dan menjaga branding Tete Batu yang bersih, nyaman dan terjaga keasrian dan keasliannya,” pungkas Kadis Budpar NTB diakhir diskusi.

Keindahan alam yang luar biasa dan masih terjaga, kegiatan masyarakat yang masih bersifat tradisional tentunya bisa menjadi magnet lain untuk memikat para wisatawan berkunjung ke Tete Batu. Masyarakat yang mayoritasnya bertani dan berkebun, serta masih kental dengan adat dan budaya juga dapat dijadikan magnet untuk menarik perhatian para wisatawan. Selain diskusi tentang wisata halal, kegiatan lain yang dilakukan pada social media camp jilid 2 ini antara lain, melakukan bakti sosial, penghijauan atau tanam pohon, obrolan tentang fotografi, pembagian buku dan alat tulis, semoga kedepannya kegiatan semacam ini akan terus berlanjut.  (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.