Home Destination News Kadis Budpar: Tete Batu Sebagai Destinasi Unggulan Wisata Halal Lombok

Kadis Budpar: Tete Batu Sebagai Destinasi Unggulan Wisata Halal Lombok

0
SHARE
Kadis Budpar: Tete Batu Sebagai Destinasi Unggulan Wisata Halal Lombok
Keindahan Alam yang Menakjubkan di Tete Batu, Kecamatan Sikur, Lotim.

Sikur, LombokInsider.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB tidak pernah berhenti untuk terus mengembangkan obyek wisata yang ada di seluruh NTB, kali ini Tete Batu menjadi target barunya, berada di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

Setelah sempat redup, Disbudpar mewacanakan pengembangan destinasi wisata Tete Batu sebagai salah satu kawasan wisata halal di NTB dalam waktu dekat ini. Sebagai wujud dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Lombok dan Sumbawa, khususnya pariwisata halal.

Kadis Budpa NTB, HL. Moh. Faozal Sebagai Narasumber Diskusi Pariwisata di Tete Batu, Lotim (22/10).
Kadis Budpar NTB, HL. Moh. Faozal Sebagai Narasumber Diskusi Pariwisata di Tete Batu, Lotim (22/10).

Hal ini diungkapkan oleh Kadis Budpar NTB, HL Moh. Faozal, saat tampil sebagai narasumber pada diskusi pariwisata di Wisma Soedjono, Tete Batu, Lotim.

Dihadiri oleh Kepala Desa di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, termasuk para anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, juga tampak para blogger, traveler serta mereka yang aktif bersosial media yang mengikuti diskusi ini.

Acara ini juga sebagai rangkaian kegiatan Socmed/Instamed Camp, yang digelar Disbudpar NTB, bekerja sama dengan para penggiat Media Social (Medsos) dan Instagram Media (Instamed) se-NTB, di Tete Batu, Sabtu (22-23/10) yang lalu.

Baca juga:  Gelar Sales Session Lombok Sumbawa, 27 Sellers Promosikan Wisata NTB di Jakarta

“Wisata halal ini bukan bicara soal halal dan haram seperti dalam aturan agama Islam, melainkan bagaimana para wisatawan muslim yang berkunjung ke NTB, mereka mendapat layanan yang maksimal, baik untuk beribadah dengan menyediakan petunjuk arah kiblat, sajadah dan juga kitab suci Al Qur’an di masing-masing kamar hotel. Selain itu, keberadaan mushola di masing-masing hotel dan juga petunjuk arah masjid juga harus jelas,” ungkap Faozal.

Khususnya Lombok sebagai daerah tujuan wisata halal, sekarang sedang mengkampanyekan tentang wisata halal, mulai dari makanan halal di semua hotel-hotel maupun restoran yang ada di NTB, dengan mengantongi sertifikat halal dari MUI.

Puluhan Orang Hadir pada Diskusi Pariwisata diantaranya Kepala Desa di Kecamatan Sikur, Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Setempat dan Bloger serta Traveler.
Puluhan Orang Hadir pada Diskusi Pariwisata diantaranya Kepala Desa di Kecamatan Sikur, Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Setempat dan Bloger serta Traveler.

“Dengan adanya destinasi wisata halal, maka ada pilihan bagi para wisatawan muslim untuk memilih lokasi wisata, termasuk hotel tempat mereka menginap, tentu saja destinasi wisata konvensional tetap ada. Seperti kawasan obyek wisata di Tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) yang kita re-branding menjadi Gili Indah dan Pantai Senggigi, yang memang sejak dulu telah dikenal sebagai pusat tujuan wisata konvensional,” tegas Faozal.

Baca juga:  Lantunkan Doa, Nusantara Berhizib Semarakan HADI ke 66 NW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.