Home Destination News Indahnya Puncak Gunung Rinjani Dihiasi Awan Lenticular

Indahnya Puncak Gunung Rinjani Dihiasi Awan Lenticular

157
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Pagi tadi, Rabu (17/7) puncak Gunung Rinjani dihiasi awan mirip topi caping atau lebih dikenal dengan nama ilmiah Awan Lenticular. Hal ini membuat Gunung tertinggi di Provinsi NTB ini semakin terlihat indah di pagi hari. Foto-foto tentang awan diatas Rinjani ini sangat menghebohkan media sosial (medsos).

Sayang, banyak netizen justru mengaitkan fenomena keindahan
awan ini dengan akan terjadinya gempa bumi, karena memang baru kemarin pagi,
Selasa (16/7) Lombok kembali dikejutkan dengan terjadinya gempa Bali.

Menurut Kepala BMKG Mataram Agus Rianto, fenomena alam Awan Lenticular
tidak terkait atau tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Agus
menegaskan Awan Lenticular bukanlah tanda-tanda akan terjadinya gempa bumi. Masyarakat
yang mengaitkan fenomena alam Lenticular dengan akan terjadinya gempa adalah
sebuah kesalahpahaman.

“Sama sekali tidak ada kaitannya dengan akan terjadi
gempa, namun awan caping seperti ini memang berbahaya bagi penerbangan,”
tegas Agus.

Apakah sebenarnya Awan Lenticular ini, Awan Lenticular
adalah awan yang biasanya berbentuk piring raksasa, kita biasa menemukannya di
dekat bukit atau gunung-gunung, karena memang awan ini terbentuk dari hasil
pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan
perbukitan, sehingga menimbulkan sebuah pusaran.

Menariknya, awan Lenticular kelihatan begitu padat, namun
hakikatnya tidak demikian. Awan ini terlihat padat karena aliran udara lembab
terus menerus mengaliri sang awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah.
Sehingga bentuk awan Lenticular akan bertahan hingga berjam-jam, bahkan
berhari-hari.

Bagi dunia penerbangan awan Lenticular ini sangat mematikan
karena sang awan bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekad memasuki
awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular.

Turbulensi sendiri adalah sebuah gerakan udara yang tidak
beraturan atau berputar tidak beraturan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan
udara atau temperatur. Fenomena tersebut pastilah sangat mengganggu
penerbangan. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.