Lotim, LombokInsider.com – Gili adalah sebutan untuk sebuah pulau kecil yang ada di Lombok dan Sumbawa. Gili Kapal salah satunya, menjadi destinasi wisata anti mainstream yang sangat menarik bagi wisatawan saat berkunjung ke Pulau Lombok, khususnya ke destinasi wisata di Kabupaten Lombok Timur.

“Disebut Gili Kapal karena timbul tenggelam seiring pasang surutnya air laut, hal ini sering mengakibatkan kapal-kapal yang melintasinya kandas di dataran pasirnya saat air laut pasang,” jelas Mamat, boat man setempat.

Gili Kapal namanya, namun bukan bekas bongkahan atau serpihan kapal yang tengggelam di masa lalu. Gili Kapal adalah gundukan pasir yang membentuk gili kecil (pulau kecil) yang termasuk dalam gugusan empat pulau cantik lainnya yang berlokasi di Lombok Timur yakni Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara.

Gili Kapal lebih cocok disebut the hidden paradise karena sifatnya yang tersembunyi dan hanya muncul di saat-saat tertentu. Belum begitu banyak wisatawan yang tahu tempat ini,

Gili Kapal adalah pulau yang begitu istimewa, pulau yang tampak sederhana karena berdiri diatas pasirnya tanpa naungan apapun, tak ada pepohonan tempat berteduh, tak ada losmen dan restauran restauran tempat beristirahat.

Terumbu Karang Indah

Sebagian gili ini adalah lingkaran taman bawah laut dengan terumbu karang yang menakjubkan. Sebuah tempat menghabiskan waktu yang tepat, dengan perpaduan ekosistem terumbu karang dan biota laut yang masih alami.

Perlu waktu kurang lebih 2,5 jam sampai ke dermaga Gili Lampu, dari sini menuju Gili Kapal jika menggunakan perahu motor menempuh waktu sekitar 20 menit. Dari Dermaga Penyeberangan Gili Lampu, kita bisa men-charter perahu motor dengan kisaran biaya Rp200 ribu untuk mengelilingi beberapa pulau sekaligus, biasanya rutenya adalah Gili Kondo lalu menuju ke Gili Bidara, Gili Petagan dan terakhir mampir di Gili Kapal.

Arus air di sekeliling pulau kecil ini lumayan deras dengan gradasi warna biru muda air laut semakin mempercantik gili ini, ditambah dengan latar Gunung Rinjani di sisi barat dan hamparan pulau-pulau yang berada di Pulau Sumbawa Barat. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com