Home Destination News Geotrail Mission Run 2021, Bangkitkan Gairah Sport Tourism di Lombok

Geotrail Mission Run 2021, Bangkitkan Gairah Sport Tourism di Lombok

0
SHARE
Geotrail Mission Run 2021, Bangkitkan Gairah Sport Tourism di Lombok
Hijaunya areal persawahan di Desa Tanak Beak dan Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara.

Mataram, LombokInsider.comSport tourism tengah naik daun akhir-akhir ini. Istilah ini dimaknai sebagai konsep acara yang memadukan olahraga dengan tourism atau berwisata sambil berolahraga. Melalui konsep ini, kegiatan olahraga dikawinkan dengan potensi wisata yang ada.

Harapannya, lokasi tempat diadakannya acara akan semakin dikenal secara luas dan memberikan efek domino berupa bergeraknya sektor perekonomian di suatu wilayah. Di banyak negara, sport tourism telah menjadi sektor yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai strategi pariwisata.

Data dari United World Tourism Organization (UNWTO) pada 2015 mengungkapkan bahwa sport tourism mengambil porsi 25 persen dari penerimaan industri perjalanan dan wisata.

Di Indonesia, konsep ini juga mulai populer seiring banyaknya lokasi di berbagai daerah yang memiliki potensi wisata yang dapat dipadukan dengan beragam cabang olahraga, salah satunya adalah dengan olah raga lari.

Dewan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark bekerjasama dengan, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP-Mataram), IAGI Pengda NTB, IKA SKMA NTB, Pemprov NTB, TNGR, BKSDA NTB, BPDAS Dodokan Moyosari, Pemerintah Desa Tanak Beak, Pemerintah Karang Sidemen dan komunitas-komunitas lokal berusaha menangkap peluang dari potensi memadukan konsep olahraga sambal berwisata itu dengan mengadakan even bertajuk Geotrail Mission Run 2021.

Baca juga:  BKD NTB Terbaik V Nasional Kategori Implementasi Assessment Center

Di masa pandemi seperti ini, dunia pariwisata merupakan sektor yang paling besar merasakan dampak buruknya. Berkurangnya pendapatan akibat anjloknya kunjungan wisatawan  tidak untuk terus menerus diratapi, tapi justru harus jadi pemicu semangat untuk berusaha lebih kreatif lagi membuat terobosan baru  sebagai alternatif menggerakkan kembali sektor pariwisata demi bangkitnya ekonomi masyarakat.

Even Geotrail Mission Run ini salah satu bentuk upaya kearah itu. Even perdana ini jumlah peserta dibatasi hanya untuk 100 orang peserta saja berasal dari kota-kota yang ada di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya.

Pembatasan ini sebagai bentuk kepatuhan dalam mengikuti protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah di masa pandemi.

Kedepan, kegiatan ini rencananya akan terus dilaksanakan rutin dengan memperbesar skalanya peserta yang terlibat hingga level nasional bahkan internasional saat situasi nanti kembali normal.

Panitia menyiapkan rute sejauh 10 KM berupa lintasan lari melewati hijaunya areal persawahan di Desa Tanak Beak dan Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara. Selain berolahraga sambil menikmati keindahan alam pedesaan yang asri, peserta juga akan diajak untuk menikmati interaksi dengan penduduk setempat melalui aneka tantangan yang harus dilakukan sebagai bagian dari lomba itu sendiri.

Baca juga:  Menparekraf: Pacoa Jara, Magnet Pariwisata NTB yang Mendunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.