Home Destination News Gelar Seni Pelajar 2019, Ajang Pelajar untuk Melestarikan Seni dan Budaya NTB

Gelar Seni Pelajar 2019, Ajang Pelajar untuk Melestarikan Seni dan Budaya NTB

78
0
SHARE

Mataram, LombokInsider.com – Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Jalan Majapahit, Kota Mataram, NTB, pada Sabtu (15/6), tampak lebih meriah dari hari-hari biasanya. Acara “Gelar Seni Pelajar 2019” menjadi alasannya. Acara ini membuat cukup banyak masyarakat mendatangi dan menghabiskan waktu malam mingguan di tempat ini.

Ajang yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa
Tenggara Barat (NTB) berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (15/6) malam
hingga Ahad (16/6), menghadirkan ragam kesenian, mulai dari teater, musik,
perkusi, eksebisi, workshop dan tari.

Acara dibuka dengan pemukulan bedug oleh Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Rusman dan Kepala Taman Budaya NTB Baiq
Rahmayati di gedung teater tertutup, Taman Budaya NTB, Sabtu (15/6) malam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Rusman
berharap acara ini mampu melestarikan kesenian dan budaya NTB. Rusman juga
mengajak para pelajar memaknai seni sebagai salah satu sendi kehidupan, baik
dalam bergaul maupun belajar. Dari seni, kata Rusman, para pelajar bisa
mengungkapkan ekspresi positif melalui berbagai karya menarik.

“Seni membawa keindahan dan kedamaian. Para pelajar dan
guru bisa memaknai ini dengan menjaga kebersihan di sekolah, kalau sekolah
kotor tentu tidak ada keindahan dan pikiran tidak segar. Mari kelola sentuhan
seni sebagai bagian dari jiwa kita,”

Kepala Taman Budaya NTB Baiq Rahmayati mengatakan ajang ini
diikuti oleh SMA dan SMK yang ada di NTB. Maya, begitu akrab disapa,
menyampaikan kegiatan seni pelajar merupakan agenda tetap Taman Budaya NTB
setiap tahunnya guna memberikan ruang kepada para pelajar untuk menampilkan
kreasi dan bakat seninya.

“Gelar seni kita hajatkan untuk mengapresiasi
sekolah-sekolah yang sudah menumbuhkan kegiatan kesenian, terutama kesenian
tradisional,”

Maya menambahkan kegiatan ini juga merupakan upaya Taman
Budaya mendekatkan diri dengan sekolah dan para pelajar. Harapannya, para pelajar
tidak sungkan untuk melakukan setiap aktivitas seni dan budaya di Taman Budaya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kata Maya, pada gelar
seni pelajar 2019, Taman Budaya NTB juga menghadirkan pameran berupa seni
kerajinan tangan seperti lukisan, tenun, batik, hingga gerabah yang digelar
selama satu bulan penuh.

“Kita harap ke depan bisa lebih sering lagi menggelar
acara-acara seperti ini,” tegasnya.

Setelah resmi dibuka, seketika lampu gedung teater tertutup
redup. Tak lama kemudian, lampu kembali muncul dengan menyoroti seorang
perempuan dengan membawa seragam SMP.

Penonton pun bertepuk tangan menyambut penampilan seni
teater dari para pelajar di Kabupaten Lombok Utara. Cerita teater mengambil
tema tentang pernikahan dini yang menjadi salah satu persoalan di Lombok.

Lepas penampilan teater, kemeriahan berlanjut di halaman
Taman Budaya NTB. Penampilan Sakeco dari
para pelajar di Sumbawa membuat suasana semakin meriah. Tetabuhan rebana
berpadu dengan lantunan syair yang berisi pesan dan nasehat dalam bahasa Samawa
(Sumbawa).

Aksi kemudian dilanjutkan dengan tari Kembang Sembah dari
para pelajar di Lombok Barat. Tari ini merupakan persembahan bagi para tamu
yang datang, biasanya ditampilkan saat ada tamu yang datang ke Lombok. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.