Home Destination News Destinasi Wisata Dibuka, Pariwisata NTB Mulai Menggeliat

Destinasi Wisata Dibuka, Pariwisata NTB Mulai Menggeliat

0
SHARE
Wisatawan Mulai Masuk ke Gili, Polisi Bantu Tim Covid-19 Lakukan Pemeriksaana
Wisatawan Masuk ke Gili Trawangan.

Mataram, LombokInsider.com – Keputusan Pemerintah Provinsi NTB untuk membuka destinasi wisata secara bertahap pada era normal baru ini memberikan dampak positif bagi pariwisata secara umum.

Hingga saat ini ada 4 destinasi wisata utama di Pulau Lombok yang sudah mulai di buka untuk umum, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal saat mengikuti rapat bersama Wakil Gubernur NTB dan ASITA di Mataram beberapa waktu lalu.

“Ada empat destinasi yang siap dibuka, tadi ibu Wagub menyampaikan sangat berhati-hati membuka objek wisata, yang utama adalah penerapan protokol kesehatan. Artinya, pembukaan destinasi bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Faozal.

Empat destinasi yang secara bertahap dibuka tersebut yakni Tiga Gili, Rinjani, Mandalika dan Senggigi. Keempat destinasi tersebut memiliki penyesuaian-penyesuaian untuk menghindari penyebaran Covid-19 di destinasi tersebut.

Terkait hali ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat merilis jumlah turis asing yang menginap di hotel pada Oktober 2020 mengalami kenaikan, mencapai 759 orang atau naik 131 persen dibandingkan periode September 2020 sebanyak 360 wisatawan mancanegara.

“Ini jumlah tamu yang menginap di hotel bintang dan hotel nonbintang, hasil pendataan sepanjang Oktober 2020,” kata Kepala BPS NTB Suntono, di Mataram.

Secara keseluruhan, jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Oktober 2020 tercatat sebanyak 40.490 orang, terdiri atas tamu dalam negeri sebanyak 39.880 orang, dan tamu dari luar negeri 610 orang.

Suntono menambahkan jumlah tamu yang menginap di hotel nonbintang pada Oktober 2020 tercatat sebanyak 44.497 orang, terdiri atas tamu dalam negeri 44.348 orang dan tamu luar negeri 149 orang.

“Sejauh ini, hotel bintang empat menjadi pilihan sebagian besar tamu luar negeri dan dalam negeri,” ujarnya.

Kenaikan jumlah tamu yang menginap mempengaruhi tingkat penghunian kamar hotel bintang pada Oktober 2020 yang mencapai 34,49 persen atau naik sebesar 2,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 31,93 persen.

Baca juga:  Gubernur NTB: Tiga Gili Tetap Aman dan Tidak Lockdown

Namun demikian untuk tingkat penghunian kamar hotel nonbintang mengalami penurunan menjadi 16,47 persen atau turun 0,42 persen.

Suntono juga menyebutkan rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Oktober 2020 sebesar 1,98 hari. Angka tersebut meningkat 0,26 hari dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sedangkan rata-rata lama menginap di hotel nonbintang selama 1,24 hari atau mengalami kenaikan 0,06 hari dibanding rata-rata lama menginap pada September 2020 selama 1,18 hari,” pungkasnya. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.