Home Destination News Bupati Lobar: Penataan Fasilitas Destinasi Wisata Terus Dilakukan

Bupati Lobar: Penataan Fasilitas Destinasi Wisata Terus Dilakukan

145
0
SHARE
Kedatangan Peserta Munas HPI disaambut Hangat oleh Bupati Lobar dan Jajarannya di Desa Sekawan Sejati, Selasa (4/10).

Lobar, LombokInsider.com – Pagi itu bersama dengan beberapa rekan dari Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa di lobby Lombok Garden Hotel kami menunggu anggota HPI yang sedang mengadakan Munas hari pertama, setelah malam sebelumnya dibuka Menpar Arief Yahya. Seperti rencana kami beserta rombongan non delegasi HPI akan melakukan perjalanan wisata ke sesaot dan tempat lainnya, sekitar lima buah bis sudah siap mengantar kami ke tujuan, Selasa (4/10).

Salah satu Peserta Munas HPI ikut Menari dengan Penari Gandrung.
Salah satu Peserta Munas HPI ikut Menari dengan Penari Gandrung.

Setelah melakukan perjalanan selama hampir satu jam dari kota Mataram, tibalah rombongan kami bersama tim HPI di hutan wisata Sesaot. Ternyata memang kedatangan kami telah dinanti karena bersamaan dengan acara syukuran atas telah selesai dibangunnya fasilitas di destinasi wisata Sesaot. Bupati Lombok Barat (Lobar) Fauzan Khalid, mengatakan bahwa sebagai tuan rumah mereka merasa senang dan bangga menyambut kedatangan tamunya.”Kami sangat senang dan bangga karena para peserta Munas HPI dari seluruh Indonesia menyempatkan diri disela-sela Munas untuk berkunjung ke Desa Wisata Sesaot yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan kami,” kata Bupati pada sambutannya.

Bupati menyampaikan juga bahwa Pemda Lobar saat ini sedang gencar untuk melakukan penataan destinasi wisata yang ada di wilayah Lobar. “Alhamdulillah saat ini destinasi wisata kami sudah menjadi

Penandatanganan Komitmen Bersama antara 12 Kepala Desa Sadar Wisata dengan Bupati Lobar di Kawasan Wisata Sesaot.
Penandatanganan Komitmen Bersama antara 12 Kepala Desa Sadar Wisata dengan Bupati Lobar di Kawasan Wisata Sesaot.

salah satu incaran wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, terutama Senggigi yang memang sejak dulu telah menjadi ikon wisata Lobar bahkan Lombok secara umum,” imbuhnya. Menurut Bupati, dengan hadirnya para anggota HPI dari seluruh Indonesia, yang merupakan orang-orang yang langsung bertemu dengan wisatawan, dapat dipastikan setelah mengunjungi desa wisata ini, nantinya para tamu yang berprofesi sebagai pramuwisata ini akan bercerita tentang Sesaot di daerahnya masing-masing kepada tamu mereka, sehingga ini sekaligus sebagai ajang promosi.

Sementara itu Kadis Budpar Lobar Ispan Djunaedi dalam laporannya mengatakan bahwa dalam acara syukuran masyarakat di Desa Sekawan Sejati (Sesaot, Pakuwon dan Buwun Sejati) ini sekaligus juga diadakan penandatanganan komitmen oleh 12 orang Kepala Desa yang ada di lingkup Kabupaten Lobar.”Kedua belas desa ini telah masuk kedalam desa sadar wisata, dimana Kades dan masyarakatnya berkomitmen untuk pengembangan pariwisata di daerahnya masing-masing, juga untuk pariwisata NTB dan Indonesia,” kata Ispan. Selain Sesaot, saat ini Pemda juga sedang melakukan penataan di destinasi wisata Pura Lingsar.

Makan Dalam Satu Wadah atau Begibung, Merupakan Cara Makan Tradisional di Lombok.
Makan Dalam Satu Wadah atau Begibung, Merupakan Cara Makan Tradisional di Lombok.

“Daerah Sesaot ini juga telah menjadi salah satu Pilot Project Daerah Pengamatan Pariwisata Berkelanjutan atau Sustainable Tourism Observation (STO) yang merupakan bagian dari Sustainable Tourism Development (STD) bersama Senggigi untuk wilayah Lobar serta dua daerah lainnya di Jawa,” jelas Kadis Budpar Lobar. “Dengan alam ciptaan Tuhan ini, kita harus bisa memanfaatkannya dengan baik dan benar sehingga dapat memberikan bagi semua, khususnya masyarakat sekitarnya, potensi pariwisata di daerah Lobar sangat banyak, semoga semakin berkembang lagi,” pungkas Ispan. Bupati dan Kadis Budpar Lobar juga berharap kedepannya terbentuk sinergi yang solid antara Pemda Lobar dan Pramuwisata yang tergabung dalam HPI, untuk pariwisata NTB.

Ratusan undangan yang hadir disambut dengan tari tradisional Lombok Gandrung, dimana beberapa orang tamu diajak ikut menari bersama penarinya. Selain itu seluruh tamu diberikan suguhan khas berupa

Penataan Destinasi Wisata Sesaot oleh Pemda Lobar.
Penataan Destinasi Wisata Sesaot.

kopi hitam, kacang dan pisang rebus, diakhiri dengan makan bersama dalam satu dulang atau yang dikalangan masyarakat Lombok lazim disebut ‘begibung’, hujan lebat membuat semangat makan bertambah, panitia memang sengaja menggunakan cara ini untuk menjamu para tamu untuk lebih mempererat hubungan antara tuan rumah dan tamu karena makan bersama dalam satu tempat.

Penataan destinasi wisata Sesaot ini meliputi pembangungan kolam renang umum, jembatan menuju kolam, wc umum, brugak, rumah pohon dan gedung serbaguna serta area parkir yang memadai.  (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.