Home Destination News Bidik Wisatawan Muda, Dispar NTB Jalin Kerjasama Dengan UPSI Malaysia

Bidik Wisatawan Muda, Dispar NTB Jalin Kerjasama Dengan UPSI Malaysia

60
0
SHARE
Prof. Madya Zaharul dari UPSI Malaysia, Menyerahkan Piagam Kenang-kenangan pada Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal usai Jumpa Pers, Senin (30/1).

Mataram, LombokInsider.com – Dari data statistik (sumber: BPS NTB) sejauh ini, negeri jiran Malaysia merupakan salah satu penyumbang wisawatan mancanegera yang paling banyak datang ke Lombok, khususnya melalui Lombok International Airport (LIA). Hal ini juga diakui juga oleh Profesor Madya Zaharul bersama rombongan dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia yang hadir pada Jumpa Pers di Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, pada Senin (30/1) kemarin. Hanya saja kebanyakan wisatawan yang datang berumur 40 tahun keatas, salah satu maksud kedatangan mereka ke Lombok untuk bertemu Gubernur NTB dan juga Kadispar NTB adalah untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dalam bidang pariwisata, pendidikan, seni dan budaya.

KERJASAMA. Jumpa Pers Membahas Kerjasama Pariwisata, Antara Dispar NTB dan UPSI Malaysia, Senin (30/1).

Membidik Pelajar dan Mahasiswa

“Seperti diketahui, sejauh ini memang wisatawan Malaysia menduduki rangking tertinggi wisman terbanyak yang datang melalui LIA ke Lombok. Apalagi salah satu maskapai penerbangannya yakni Air Asia, telah menambah jadual penerbangan langsungnya dari Kuala Lumpur (KL) ke Lombok, dari 2 kali sehari menjadi 3 kali,” jelas Kadispar NTB HL. Moh. Faozal. “Namun seperti yang telah disinggung, bahwa sejauh ini kebanyakan yang datang berumur diatas 40 tahun, oleh karenanya pertemuan ini menjadi awal dari rencana kerjasama yang akan dijalin yakni membidik wisatawan muda khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa Malaysia untuk berkunjung ke Lombok,” lanjutnya.

Dengan telah dilaksanakannya pertemuan dengan Gubernur dan pihak Dispar, diharapkan akan terjalin hubungan jangka panjang, khususnya dibidang pariwisata, seni dan budaya serta pendidikan. Pada kesempatan tersebut Prof. Madya Zaharul, Dekan Fakultas Kesenian di UPSI, sekaligus ketua rombongan mengatakan bahwa dia sangat senang dapat berkunjung ke Lombok, yang sudah terkenal di Malaysia memiliki keindahan alam dan keanekaragaman seni dan budaya yang luar biasa. “Kami sangat terkesan dengan Lombok, apalagi telah lama mendengar keindahanannya dan saat ini dapat membuktikannya langsung, salah satu yang menjadi tujuan kami datang tentunya untuk dapat menjalin kerjasama, khususnya dibidang pariwisata,” ungkap Zaharul.

Tingkatkan Hubungan Baik

Selain agar terjalin hubungan yang lebih harmonis antara kedua negara, hal ini tentu saja untuk menarik minat pelajar dan mahasiswa di Malaysia untuk datang berkunjung ke Lombok. “Dengan adanyan kerjasama ini, nantinya akan terjadi hubungan timbal balik, kami datang untuk lebih mengenal keindahan alam lombok, seni dan budaya, serta mencari bakat-bakat baru dibidang seni dan budaya untuk dapat membantu UPSI dalam hal mata kuliah seni-budaya khususnya dari Lombok,” jelas DR. Fadli M Thoyib. Sebagai seorang Dekan Fadli perlu banyak dukungan untuk mengimplementasikan seni dan budaya daerah Indonesia yang diajarkan sebagai salah satu mata kuliah di Malaysia.

INDAH. Keindahan Alam Pulau Lombok Sangat Potensial untuk Dijual di Malaysia.

Fadli yakin setelah kunjungan ini, akan terjalin kerjasama yang solid dan saling mempromosikan negara masing-masing melalui seni-budaya dan pariwisata tentunya. “Lombok memiliki persamaan karakteristik dengan Malaysia, dimana mayoritas penduduknya muslim dan memang telah terpilih sebagai salah satu destinasi wisata halal dunia pada 2016. Tentunya tidak sulit bagi kami untuk mempromosikannya, karena Lombok memiliki keindahan alam yang luar biasa, seni dan budaya yang beragam, serta aman dan nyaman bagi wisatawan muslim dari Malaysia. Hal ini tentunya merupakan nilai plus Lombok di mata masyarakat Malaysia,” tambah Fadli.

Rumah Lombok di Malaysia

Sementara, Salman Afarisi salah satu dosen di UPSI yang merupakan putra daerah asli Lombok mengatakan bahwa tugasnya disana selain memberikan pelajaran seni dan budaya dari Lombok, juga banyak mempromosikan potensi yang dimiliki Lombok di didepan mahasiswa UPSI. “UPSI memiliki 26.000 mahasiswa, ini merupakan pasar potensial bagi pariwisata di Lombok, khususnya wisata petualangan, karena anak-anak muda di Malaysia gemar akan hal ini,” kata Salman. Dosen ini merupakan salah satu juru bicara Lombok, yang banyak bercerita tentang pariwisata, seni dan budaya melalui mata kuliah yang diajarkan.

Nantinya UPSI akan menjadi jembatan bagi Lombok di Malaysia untuk mempromosikan potensi-potensi wisata, seni dan budaya yang ada, khususnya di dalam kampus UPSI, maupun universitas lainnya bahkan tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke sekolah-sekolah tingkat menengah dan atas disana. Kerjasama Pemprov dan UPSI ini diharapkan dapat menghasilkan hubungan yang lebih baik. Menurut Salman salah satu cita-citanya yakni ingin membangun Rumah Lombok di Malaysia, sebagai pusat informasi, seni-budaya, pariwisata serta kebutuhan lainnya, bahkan dapat dimanfaatkan untuk tempat pertemuan TKI yang bekerja di Malaysia. Semoga niat baik ini segera terwujud. (LI/AA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.