Home Destination News Anas Pattaray: Menunggu Gebrakan Menparekraf untuk Pariwisata NTB

Anas Pattaray: Menunggu Gebrakan Menparekraf untuk Pariwisata NTB

21
0
SHARE

Mataram,
LombokInsider.com
– Menteri Ekonomi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama, resmi dilantik pada Rabu (23/10) lalu. Pariwisata dan ekonomi kreatif kembali digabungkan dalam satu Kementerian. Menteri baru dengan pola kepemimpinan dan inovasi-inovasi baru tentunya. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah seorang dengan background industri multimedi dan broadcasting.

“Apakah NTB akan diwarnai oleh banyaknya even bertaraf nasional maupun internasional? Lalu bagaimana mengelaborasi antara event, peroduk kreatif dan branding pariwisata halal Lombok? Gebrakan dan gagasan kreatif apa saja yang akan diterima NTB dari Menteri dan Wakil Menteri yang berpengalaman dan mumpuni mengolah event dan branding,” kata Anas Pattaray, S.Sn.,M.Par, Dosen Politeknik Pariwisata Lombok, Jum’at (1/11).

Menurut Anas, dalam lima tahun ke depan NTB akan menemukan identitasnya sebagai destinasi pengembangan prioritas dan keluar dari banyang-bayang Bali dan pasca gempa dengan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki.

Di kalangan industri dan pelaku pariwisata, sosok Wishnutama mungkin tidak begitu populer. Wishnutama lebih di kenal sebagai kreator di industri multi media. Kompetensi dan kemampuan Wishnutama dalam industri pertelevisian dan media rekam tidak
diragukan lagi. Punya pengalaman industri broadcasting di luar dan dalam negeri. Hampir semua industri pertelevisian dengan program dan ide kreatif pernah disentuh oleh Wishnutama.

Begitu pula dengan sosok Wakil Menteri Pariwisata. Masih sangat muda dan belum begitu populer di kalangan pelaku industri pariwisata. Angel Tanoesudibjo, adalah anak sulung dari Hary Tanoesudibjo. Siapa yang tidak mengenal Hary Tanoesudibjo, seorang pengusaha dan politisi yang memiliki banyak cabang usaha termasuk menguasai industri media elektronik dan media masa. Kedua sosok yang akan menahkodai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke depan adalah orang TOP dalam bidang industri kreatif media dan event.

“Trend pariwisata ke depan memang tidak bisa lepas dari industri kreatif berbasis teknologi dan informasi. Tidak sedikit sektor pariwisata saat ini digerakkan oleh anak-anak muda kreatif. Inovasi desain event management bertaraf Nasional maupun Internaional, sudah mulai bermunculan karya-karya yang digagas oleh kreator muda berbakat. Sebagai contoh, Asian Games 2018 yang lalu, creative director dalam event tersebut adalah Wishnutama yang sekarang menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” lanjut Anas.

Hal ini membuktikan bahwa pariwisata indonesia ke depan akan lebih banyak berfokus pada pengembangan industri kreatif seperti multimedia kreatif, visual media kreatif, dan event management. Hal ini juga akan dibuktikan dalam kolaborasi penyelenggaraan
event internasional Motor GP di Mandalika sebagai destinasi super
prioritas.

Lalu, bagaimana dengan Perguruan Tinggi pariwsata di era 4.0? Dalam indurstri kreatif untuk menciptakan SDM kreatif dibutuhkan inovasi kreatif juga. Pariwisata dan industri kreatif adalah sektor yang multi dimensi. Di masa mendatang pendidikan
vokasional pariwisata, tidak hanya berfokus melahirkan SDM pariwisata di bidang vokasi hospitality dan travel.

Namun yang tidak kalah penting adalah SDM vokasi yang juga kompeten dalam industri media kreatif dan event seperti art director, senior/junior director, designer, motion graphic
desainer, merchandiser, beuaty advisor, team leader, store manager
dan lain sebaginya. Ini adalah tantangan Pergutuan
Tinggi Pariwisata khususnya Politeknik Pariwisata di bawah naungan Kemenparekraf.

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pertumbuhan pariwisata NTB menarik ditelaah khususnya dalam hal even dan industri kreatif. Transformasi konvensional menuju digital kreatif menghadapi tantangan yang serius, salah satu kendalanya adalah sektor SDM dan ketrampilan entrepreneurship untuk mengolah produk-produk kreatif.

Tidak bisa dipungkiri bahwa industri akomodasi dan usaha perjalanan saat ini masih mendominasi sektor pariwisata. Namun, jika industri kreatif seperti desain komunikasi visual, event management, film, seni pertunjukan, seni rupa, kriya, dan fotografi dikembangkan di NTB dan berjalan simultan dengan pariwisata, maka akan memberikan dampak yang cukup besar bagi sektor pariwisata.

Sejalan dengan hal ini pariwisata dan sektor pendukungnya belum terintergasi dengan maksimal. Tidak sedikit industri kreatif terpaksa gulung tikar karena tidak menemukan pasar.
Dengan digabungkannya kembali pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan karya seni dan pelaku seni di NTB akan semakin bersemangat dan bergairah untuk berkarya dalam mendukung pariwisata NTB sebagai salah satu destinasi pengembangan prioritas di Indonesia.

Seperti kutipan Wishnutama bahwa, “pariwisata bisa lebih menarik dengan sentuhan kreatifitas. Bukan sekedar alamnya yang bagus, tetapi didukung oleh daya tariknya yang juga
kita create dengan baik. Tidak sekedar banyak event, tetapi
juga kualitasnya dipikirkan dengan sebaik mungkin”.

“Tentunya kita berharap Menteri baru dengan gagasan kreatifnya akan menentukan dan membawa pariwisata NTB kearah yang jauh lebih baik lagi,” tegasnya. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.