Home Destination News Aktivis Markesot Bersihkan Destinasi Air Terjun Tibu Atas

Aktivis Markesot Bersihkan Destinasi Air Terjun Tibu Atas

0
SHARE
Aktivis Markesot Bersihkan Destinasi Air Terjun Tibu Atas.
Aktivis Markesot Bersihkan Destinasi Air Terjun Tibu Atas.

Giri Menang, LombokInsider.com – PPKM semakin memperkecil pergerakan masyarakat. Namun tidak dengan kelompok pemerhati lingkungan yang satu ini, Aktivis Markesot justru berkunjung ke salah satu Destinasi Wisata Alam di Desa Buwun Sejati, Air Terjun Tibu Atas, pada Sabtu lalu.

Kolam besar dengan air terjun yang tidak terlalu tinggi, pada aliran sungai berwarna biru merupakan tempat wisata favorit semua kalangan. Biasanya saat weekend selalu ramai, tetapi menurut keterangan penjaga parkir dan tiket, arus wisatawan tidak pernah seramai dulu lagi.

“Beberapa hari ini memang sepi, begitupun dengan hari libur, hanya satu sampai 3 kelompok saja yang datang berlibur,” ungkap Pak Yusuf.

“Penurunan pengunjung semakin terasa setelah PPKM ini,” lanjutnya.

Dengan harga normal, tiket 5,000 rupiah telah terbeli. Dengan sigap, seorang bapak berjalan duluan ke Lokasi Air Terjun.

Sampai dilokasi ternyata bapak tadi bergegas membersihkan area Destinasi. Tiket yang terbeli diluar harus dikembalikan sebagai bukti bahwa wisatawan yang tiba dilokasi adalah yang membawa tiket.

Baca juga:  Falling in Love with Sendang Gile and Tiu Kelep Waterfalls in Lombok

Belum sempat disapa oleh keindahan Air Terjun, Aktivis Markesot malah di buat prihatin dengan sampah plastik yang berserakan di lokasi Destinasi. Tidak banyak, tapi itu plastik.

Setelah mandi dan ngopi, beberapa kantung kresek dikeluarkan untuk memungut sampah plastik tadi. Asik memungut sampah, para aktivis dibuat terkejut lagi dengan banyak sampah plastik yang ditimbun dibalik-balik batu dan menghalau aliran air. Setelah semuanya terkumpul. Ternyata jumlahnya lebih banyak dari kelihatannya.

“Bolak-balik 10 menit, ternyata sampah yang tersembunyi lebih banyak dari yang terlihat,” ungkap Arofi yang menginisiasi pembersihan ini.

“Ini plastik, kapan terurainya kalau dibiarin disini. Sedikit-sedikit gini kan mengganggu pandangan juga. Apalagi ini wisata alam. Masa banyak sampah plastik,” lanjutnya.

Sampah yang terkumpul kemudian di naikkan ke atas, sembari menlaporkan kepada pengelola dilokasi, sampah itu dimasukkan ke tempat sampah.

“Padahal tempatnya ada, tapi kayak ada kenyamanan tersendiri untuk membuang sampah sembarangan. Kalau gini kan makin kelihatan bodohnya,” celoteh Abror sambil mlirik Arofi dengan kode-kode.

Baca juga:  Kabar Gembira, Kuota Pendakian Rinjani Ditambah, Protokol Covid Diperketat

Pada akhirnya para aktivis Markesot berpesan untuk bersama menjaga lingkungan dan sangat menyelaskan prilaku sadar mencemari alam. Lebih-lebih destinasi wisata.

“Kami mengajak para pecinta alam, para pemerhati lingkungan, traveler, bahkan bagi siapapun untuk turut serta memperhatikan kebersihan lingkungan -baik disekitarnya ataupun daerah yang dikunjungi. Jika memang sulit untuk membawa pulang sampah yang ditemukan, setidaknya bawa saja sampah sendiri pulang, atau letakkan di tempat sampah,” himbaunya,

“Kalau enggak mau ribet, ya jangan gunakan plastik sekali pakai,” tambahnya tegas.

Semoga terinspirasi. Jangan sampai sampah plastik masuk dalam rantai makanan kita. (LI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.