Mataram, LombokInsider.com – Perkembangan pariwisata di NTB saat ini sedang menuju kearah yang positif, baik dari statistik kunjungan wisatawan maupun peningkatan kualitas pariwisata di NTB secara umum. Oleh karenanya seluruh elemen pariwisata harus memiliki satu visi dan misi dalam meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang datang berlibur ke Lombok Sumbawa. Hal ini tentunya dapat dicapai dengan berbagai cara sesuai dengan bidangnya masing-masing, ini juga yang berlaku bagi seorang pemandu wisata atau pramuwisata, profesi yang bersentuhan langsung dengan wisatawan dan merupakan salah satu ujung tombak kepariwisataan.

HPI. DR. Ainuddin, SH. MH, Ketua HPI DPD NTB, saat ditemui Beberapa Waktu lalu.

Penertiban Prawuwisata
Demikian halnya dengan fungsi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), sebagai wadah dari para pramuwisata yang ada di Indonesia. “HPI adalah tempat berkumpulnya para profesi pramuwisata yang telah dibekali ilmu pengetahuan yang cukup, khususnya dalam memberikan pelayanan, secara teori pramuwisata adalah individu yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan serta dinyatakan lulus berdasarkan kriteria indek prestasi yang baik,” jelas DR Ainuddin SH. MH, Ketua DPD HPI NTB saat ditemui beberapa waktu lalu. Menurut Ainuddin rencananya dalam waktu dekat DPD HPI-NTB akan melakukan penertiban terhadap praktek pramuwisata di NTB, Kerjasama HPI dengan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Polisi Pariwisata Polda NTB dan Satpol PP, hal ini tentunya untuk kebaikan dan kemajuan pariwisata NTB secara umum.

NYAMAN. Wisatawan yang Datang Berkunjung Membutuhkan Seorang Pramuwisata yang Handal dan Berkualitas untuk Menemaninya ke suatu Destinasi Wisata.

“Penertiban ini akan diselenggarakan selama satu-dua bulan penuh, hal ini sebenarnya sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, jangan sampai mereka bertemu pramuwisata yang bukan anggota HPI namun mengaku-ngaku sebagai anggota. Ini tentunya merupakan pelanggaran kode etik praktek pramuwisata dan sangat merugikan bagi pramuwisata resmi anggota HPI,” lanjut Ainuddin. Ketua HPI NTB ini menjelaskan industri pariwisata adalah industri yang keberhasilannya bergantung kepada komitmen bersama antara pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan stakeholder pariwisata lainnya serta masyarakat umum.

Fungsi  Seorang Pramuwisata

“Sebagai profesi yang berada diujung tombak pariwisata, seorang pramuwisata haruslah yang memiliki kemampuan menjelaskan hal-hal mengenai pariwisata yang ada dengan baik dan benar, dilengkapi dengan lencana dan kartu anggota serta linsensi yang sah, sehingga apa yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan, hal ini juga yang menjadi tujuan dari diperdakannya UU tentang pramuwisata,” tegas Ainuddin yang sekaligus merupakan wakil ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Seorang pramuwisata yang secara langsung bersentuhan dengan wisatawan baik nusantara maupun manc

ATRIBUT. Seorang Pramuwisata Harus Mengenakan Atribut Resmi dan Lengkap Ketika Sedang Bertugas.

anegara, juga sering disebut sebagai duta bangsa karena mereka secara langsung telah mewakili bangsa, pemerintah dan perusahaan tempat mereka bekerja, mereka juga harus dapat memberikan rasa aman, nyaman dan kesan yang baik terhadap wisatawan yang datang berkunjung.

Penerapan Perda Pramuwisata
Ainuddin menambahkan, berawal dari ulasan di atas maka perlu pengaturan khusus terhadap pramuwisata baik dari rekruitmen hingga pengawasan dilapangan. Dengan telah diundangkannya Perda NTB No.4 tentang pramuwisata, hal ini tentunya dapat menjadi payung hukum Kepramuwisataan di NTB dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Perda tersebut juga melindungi dan berperan melindungi tenaga kerja pramuwisata luar untuk tetap mempergunakan pramuwisata setempat. Dalam perda ini ancamannya denda atau kurungan penjara, kalau kita semua memiliki komitmen mau maju maka supremasi hukum harus ditegakkan. Dalam perda ini juga ada ancaman denda atau kurungan penjara, kalau kita semua memiliki komitmen untuk maju maka supremasi hukum harus ditegakkan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com