Praya, LombokInsider.com –Setelah sebelumnya melaksanakan aksi bersih di destinasi wisata Suranadi dan Sesaot, kali ini giliran tiga wilayah Lombok Tengah yang mendapat bagian, yakni Desa Wisata Sade, Ende dan wilayah pintu masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Kebersihan adalah salah satu faktor utama pendukung pariwisata jadi diusahakan agar setiap destinasi wisata yang ada menampilkan kebersihan setiap waktu. Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Dispar) NTB HL. Moh. Faozal disela-sela pelakasanaan program bersih destinasi wisata dan persiapan Festival Pesona Bau Nyale di Pantai Seger, Rabu (15/2), bertepatan dengan libur nasional pilkada DKI Jakarta.

BERSIH. Desa Wisata Sade, Diharapkan Dapat Terus Menjaga Kebersihannya.

Aksi Bersih

“Selain sebagai salah satu faktor pendukung pariwisata, kebersihan juga sudah seharusnya menjadi kebiasaan hidup, apalagi ini di destinasi wisata, ketika lingkungan bersih maka dapat dipastikan tempat tersebut akan terlihat lebih rapi dan indah,” kata Faozal. Selain sebagai kegiatan rutin diawal 2017 ini, aksi bersih khususnya di wilayah Loteng ini berhubungan dengan menyambut Festival Pesona Bau Nyale yang acara puncaknya akan digelar pada 16-17 Februari. Kadispar juga berharap para penjual makanan dan juga para pengunjung dapat sama-sama menjaga kebersihan, karenanya pihaknya telah mengantisipasi penumpukan sampah dengan melakukan aksi bersih, sebelum dan sesudah Bau Nyale nanti.

BERSAMA. Pegawai Dispar NTB dan Pokdarwis di Kawasan Loteng, Bekerjasama Membersihkan Kawasan KEK Mandalika, Rabu (15/2).

Hampir seluruh pegawai Dispar NTB terlibat dalam aksi bersih di tiga destinasi ini, bersama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Berawal dari Desa Ende, kemudian bergerak ke Sade dan berakhir di Pantai Seger di kawasan masuk KEK Mandalika. Sangat disayangkan kawasan pariwisata ini penuh sampah yang berserakan, kembali hal ini disebabkan kurang pahamnya masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama di destinasi wisata. Untuk menarik minat pengunjung dalam menjaga kebersihan panitia juga memberikan hadiah berupa merchandise menarik bagi siapa saja yang mau mengumpulkan sampah dalam trashbag.

Persiapan Bau Nyale

Sementara dari pandangan mata, persiapan puncak acara telah mencapai 85%, diharapkan hingga sore (16/2) nanti persiapan telah mencapai 100%. “Even ini merupakan acara tahunan yang selalu ditunggu masyarakat luas, dan salah satu yang tertua di Lombok jadi dapat dipastikan akan dihadiri hingga ratusan ribu orang, karena seperti tahun-tahun sebelumnya selalu ramai pengunjung,” jelas Faozal. Orang nomor satu di Dispar NTB ini mengatakan bahwa, beberapa hari sebelumnya bahkan hingga besok telah dilaksanakan rangkaian acara lainnya seperti, Eksebisi Voli Pantai 24 klub, Peresean, Surfing Contest diikuti oleh ratusan peserta, Festival Cilokaq, Pemilihan Putri Mandalika dan Parade Budaya.

HIBURAN. Panggung Hiburan, Tempat Acara Utama Diadakan Telah Siap 80% Kemarin Siang (15/2).

“Khusus untuk Parade Budaya akan dilaksanakan di Kota Praya dan mendatangkan konsultan dari Festival Jember, untuk membantu meningkatkan kualitas manajemen evennya dan penampilan pesertanya,” lanjutnya. Menurut Faozal pada sore hari Kamis (16/2) akan diadakan lomba masak berbahan dasar menu laut, sedangkan acara puncak akan dimulai pada pukul 19:00 wita, hingga acara Bau Nyale yang akan berlangsung sekitara pukul 04:30 dini hari.

Bau Nyale sendiri adalah sebuah tradisi yang telah melegenda di kalangan masyarakat Lombok, tentang kisah seorang putri cantik yang melompat kelaut dan menjelma menjadi cacing (nyale) yang muncul setahun sekali berpusat di Pantai Seger dan dikenal dengan Putri Mandalika. Masyarakat beramai-ramai datang ke pantai untuk mendapatkan cacing/nyale yang menurut mereka dapat mendatangkan keberkahan. Kisah inilah yang menjadi asal-muasal tempat disekitar Pantai Seger dikenal sebagai kawasan Mandalika. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com