Mataram, LombokInsider.com – Sebagai upaya dan ikhtiar menjadikan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu destinasi favorit berkelas dunia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Indonesian Hotel General Manager (IHGMA), Asosiasi Hotel Mataram (AHM) dan Gili Hotel Association (GHA) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama 10 Asosiasi Profesi hotel di NTB, bertempat di Aruna Resort & Convention, Senggigi, Senin (30/4).

“Alhamdulillah, ini merupakan sejarah baru dimana kerja organisasi PHRI saat ini begitu kompak, cepat dan semangat, ini wujud sinergi PHRI dan Asosiasi Profesi yang ada di industri perhotelan NTB,” jelas Abdul Hadi Faishal, usai Rakor.

“Ini juga merupakan wujud ikhtiar bersama kami PHRI, IHGMA, AHM, GHA dan juga Asosiasi Profesi hotel yang ada, untuk menjadikan NTB sebagai destinasi berkelas dunia dan mendukung target pemerintah daerah dalam mencapai angka 4 juta kunjungan wisatawan pada 2018 ini,” kata Hadi.

Menurut Hadi, hal ini sangat penting karena dalam mencapai target diatas dibutuhkan kerjasama dan sinergi yang solid dari semua lini, khususnya seluruh organisasi kepariwisataan di NTB dan Asosiasi Profesi perhotelan yang telah terbentuk.

“Ini merupakan impian kita selama ini, yakni mengumpulkan seluruh Asosiasi Profesi di hotel, tujuannya tidak lain untuk menyamakan visi dan misi dalam mewujudkan NTB menjadi destinasi berkelas dunia,” ucap Erik Tumbelaka, Ketua IHGMA chapter Lombok.

“Sesuai bidang kami, IHGMA mendukung dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi profesi, tentunya dalam hal ini diperlukan sinergi dari asosiasi profesi itu sendiri,” jelasnya.

Selain itu, lebih lanjut Erik mengatakan bahwa pihak industri perhotelan juga sangat memerlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi dan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTB.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal dalam sambutannya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PHRI, IHGMA, AHM, GHA dan Asosiasi Profesi hotel yang ada, dalam upaya bersama menuju target 4 juta kunjungan wisatawan ke NTB.

“Ini sangat bagus, saya sangat apresiasi, karena kami di Dispar mewakili Pemprov, tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun pariwisata NTB. Dukungan semacam inilah yang sangat kami butuhkan,” ujarnya.

“Disinilah peran PHRI saat ini sangat terlihat, karena telah berhasil menjadi induk bagi asosiasi profesi hotel yang ada, semuanya sebagai upaya dan ikhtiar kita bersama dalam mewujudkan NTB sebagai destinasi berkelas dunia,” tegas Faozal.

Hadir dalam Rakor tersebut, Dirpamobvit Polda NTB, Kepala Bank Indonesia, Kepala OJK, Kadis Pariwisata NTB, Kepala BPS, Direktur Poltekpar Negeri Lombok, Direktur LPKN dan P4M. Selain itu, perwakilan dari 10 asosiasi profesi juga hadir, diantaranya Asosiasi Chief Engineer (ACE), Indonesian F&B Exectuive Association (IFBEC), Lombok Culinary Professionals (LCP), Indonesian Chef Association (ICA), Hotel Sales & Marketing Association (HSMA), Indonesian Housekeeper Association (IHKA), Indonesian Hotel Front Liner Association (HFLA), Hotel HR Manager Association (HHRMA), Professional IT (Profit) dan Financial Controller Association (FCA). (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com